Berita

11 Kemas Jenazah Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Masih Mencurigakan, DVI Akui Tantangannya

×

11 Kemas Jenazah Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Masih Mencurigakan, DVI Akui Tantangannya

Sebarkan artikel ini

Proses Identifikasi Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny

Hingga Senin sore (13/10), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 53 jenazah korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo. Dari total 67 kantong jenazah yang diterima, sebanyak 53 di antaranya telah teridentifikasi.

Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombespol M. Khusnan Marzuki, menyampaikan bahwa hingga saat ini tim gabungan masih melakukan proses identifikasi. Ia menjelaskan, masih ada sebanyak 11 kantong jenazah yang belum teridentifikasi. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya hanya berupa bagian tubuh (body part).

Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem (AM) dari keluarga dengan postmortem (PM) korban yang dikumpulkan oleh Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Menurut Khusnan, hingga saat ini, terdapat 63 korban yang dilaporkan hilang oleh keluarga. Artinya, masih ada 10 orang yang belum ditemukan, sementara di kamar jenazah terdapat 11 kantong jenazah.

Baca Juga :  Demokrat Asahan Peringatan HUT-RI Ke 77, Dapat Sambutan Baik Dari Masyarakat

Khusnan menegaskan bahwa jumlah pasti korban meninggal dunia dalam tragedi ini belum dapat dipastikan. Hal ini disebabkan oleh proses identifikasi yang masih berlangsung. Oleh karena itu, data 63 korban yang diperoleh bersifat perkiraan dari 67 kantong jenazah yang diterima.

Kesulitan dalam Proses Identifikasi

Di sisi lain, Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri, Kombespol Wahyu Hidajati, mengungkapkan bahwa kesulitan utama dalam proses identifikasi adalah kondisi jenazah yang tidak memadai. Hal ini membuat metode seperti gigi, medis, maupun properti sulit digunakan untuk pengenalan.

Wahyu menjelaskan bahwa body part yang ditemukan juga menjadi tantangan tersendiri. Karena posisinya tidak lengkap dan tidak memiliki tanda-tanda khusus, tim hanya bisa bergantung pada hasil uji DNA.

Untuk mendapatkan hasil DNA, Tim DVI Polda Jawa Timur masih menunggu uji sampel yang telah dikirim ke laboratorium Mabes Polri, Jakarta. Ia menambahkan bahwa masih ada beberapa body part yang belum cocok dengan DNA dari jenazah besar lainnya. Hal ini menjadi kendala utama dalam proses identifikasi.

Baca Juga :  Link Live Streaming Real Sociedad vs Sevilla 25 Oktober 2025 - Liga Spanyol, Cek di Situs Resmi Ini

Kronologi Tragedi Ponpes Al Khoziny

Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri terjebak dalam reruntuhan bangunan.

Selama sembilan hari, tim gabungan melakukan pencarian hingga akhirnya operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10). Data terakhir menyebutkan bahwa korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part.

Hingga kini, proses identifikasi jenazah korban masih dilakukan oleh Tim DVI di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal dunia, sebanyak 53 orang telah berhasil teridentifikasi.