Semarak Hari Gizi Nasional: Kader Posyandu dan Pemerintah Desa Bersatu untuk Generasi Emas 2045
Polman – Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, sekitar 200 kader posyandu dari wilayah kerja Puskesmas Campalagian, Polewali Mandar, bersatu dalam sebuah acara family gathering yang meriah. Kegiatan ini, yang mengusung tema besar “Gizi Optimal Menuju Generasi Emas 2045,” tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga penguatan komitmen dalam upaya pembangunan sumber daya manusia berkualitas.
Bertempat di Pantai Ba’batoa, Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, acara ini sukses menggabungkan unsur edukasi dan rekreasi. Lebih dari sekadar kader posyandu, kegiatan ini turut dihadiri dan melibatkan para kepala desa dan lurah, Tim Penggerak PKK (TP PKK), serta staf desa dan kelurahan. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi yang kuat antara lini terdepan pelayanan kesehatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam mencapai tujuan gizi nasional.
Rangkaian Acara Penuh Semangat dan Edukasi
Acara family gathering ini dikemas dengan beragam perlombaan dan games yang dirancang untuk memberikan manfaat ganda: edukatif sekaligus rekreatif. Salah satu kompetisi yang mencuri perhatian adalah lomba defile. Dalam lomba ini, setiap tim yang mewakili desa dan kelurahan berpartisipasi menampilkan kreativitas mereka. Tim defile terdiri dari kader posyandu, kepala desa atau lurah beserta staf, serta Ketua TP PKK desa. Mereka unjuk kebolehan dalam menampilkan formasi baris-berbaris yang menarik dan yel-yel yang membangkitkan semangat di hadapan dewan juri.
Selain lomba defile, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya inovasi dalam penyediaan makanan bergizi. Lomba kreasi pembuatan menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal menjadi salah satu agenda utama. Setiap desa dan kelurahan ditantang untuk menyajikan ide menu PMT yang kaya protein hewani, dikhususkan untuk balita dan ibu hamil. Upaya ini merupakan langkah strategis dalam pencegahan stunting, sebuah isu krusial dalam pembangunan generasi sehat dan cerdas.
Semarak acara semakin terasa dengan adanya berbagai perlombaan lain yang menambah keceriaan, seperti lomba sambung lagu antar kader, lomba tampah berjalan, hingga lomba gendong istri yang diikuti oleh para kepala desa dan lurah. Lomba-lomba ini tidak hanya menguji kekompakan, tetapi juga menjadi sarana pelepas penat dan penguat ikatan antarpeserta.
Evaluasi dan Komitmen untuk Masa Depan
Irfan, Staf Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Campalagian, selaku perwakilan panitia, dalam laporannya pada sesi pembukaan menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi aktif dari sekitar 200 kader posyandu yang berasal dari 11 desa dan kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Campalagian.
“Kami sangat berterima kasih atas antusiasme seluruh kader, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh pihak yang hadir dan mendukung kegiatan family gathering ini,” ujar Irfan. Ia menekankan bahwa peringatan HGN yang dikemas dalam bentuk family gathering ini menjadi momentum berharga untuk menyegarkan kembali komitmen bersama. Para tenaga kesehatan, kader posyandu, dan pemerintah desa serta kelurahan berkumpul untuk memperkuat tekad dalam mengoptimalkan pembangunan manusia demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Acara ini bukan sekadar ajang penyegaran, tetapi juga menjadi platform penting untuk evaluasi capaian program gizi, khususnya upaya pencegahan stunting di tahun 2025. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol semangat kolektif untuk meningkatkan kualitas program gizi di tahun 2026 agar dapat memberikan hasil yang lebih optimal.
Apresiasi dan Prestasi di Lapangan
Kepala Puskesmas Campalagian, Bd. Yusnani, S.ST., dalam sambutannya menggarisbawahi peran penting kegiatan ini sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan. Ia mengapresiasi seluruh kader posyandu yang telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para kepala desa dan lurah, TP PKK, staf desa, hingga kepala dusun dan lingkungan yang telah memberikan dukungan aktif dalam program pencegahan stunting.
“Tahun 2025 merupakan tahun yang sangat luar biasa. Capaian kunjungan posyandu berhasil menembus angka di atas 80 persen rata-rata sepanjang tahun. Selain itu, kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan dan capaian imunisasi balita juga mengalami peningkatan signifikan,” ujar Bd. Yusnani dengan bangga.
Prestasi ini menunjukkan efektivitas kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan pemerintah setempat. Dari total 13 desa dan kelurahan yang berada di bawah naungan Puskesmas Campalagian, sebanyak 11 di antaranya turut serta dalam kemeriahan HGN ini, yaitu Desa Lapeo, Laliko, Kenje, Bonde, Parappe, Lagi-agi, Sumarrang, Ongko, Padang, Padang Timur, serta Kelurahan Pappang. Kehadiran mereka adalah bukti nyata dari semangat gotong royong dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.















