4 Fakta Ius Pane Sang Perampok Sadis Pulomas

  • Whatsapp

Polisi akhirnya membekuk Ridwan Sitorus alias Ius Pane di pool bus ALS di Medan, Sumatera Utara. Polda Metro Jaya telah memasukkan namanya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Usai menangkap Ius Pane, polisi kemudian membawanya ke Jakarta untuk menyelidiki lebih lanjut kasus perampokan Pulomas, Jakarta Timur. Dalam aksi sadis itu, Ius Pane bersama Ramlan Butarbutar alias Kapten Pincang menyekap 11 orang hingga 6 orang di antarannya tewas, sementara 5 lainnya terluka.

Read More

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat fakta-fakta mengejutkan tentang Ius Pane. Apa saja?

Berikut fakta sadis Ius Pane yang Liputan6.com rangkum, Senin (2/1/2017):

1. Rampok 3 Tempat dalam Sepekan

Perampokan di Pulomas, Jakarta Timur, bukan aksi pertama Ius Pane. Ia bersama komplotannya sudah merampok di tiga lokasi dalam sepekan.

“Sudah tiga kali selama seminggu ini melakukan kejahatan. Pengakuan dia pertama di Purwakarta, kedua Jonggol, dan ketiga di Pulomas,” ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu 1 Januari 2017.

Iriawan menjelaskan, dalam perampokan di tiga titik itu, Ius bersama kawanannya, tiga tersangka yang sama dalam perampokan sadis di kediaman Dodi Triono, Pulomas.

“Tapi 2011 kelompoknya berubah-ubah, yang minggu kemarin bersama empat orang itu,” tegas Iriawan.

Ius Pane (tengah, kaos garis-garis) di bandara Halim Perdanakusumah© Ius Pane (tengah, kaos garis-garis) di bandara Halim Perdanakusumah Ius Pane (tengah, kaos garis-garis) di bandara Halim Perdanakusumah

2. Licin dari Kejaran Petugas

Nama Ius Pane sempat menjadi daftar buruan aparat Polda Metro Jaya. Geraknya yang licin membuat petugas terus memantau pergerakan Ius Pane, sang perampok Pulomas tersebut.

“Kan kaburnya berpencar, kemudian dia beberapa kali pindah tempat,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu 1 Januari 2017.

Namun, Ius Pane tak bisa lolos begitu saja. Polisi akhirnya mendapatkan informasi, Ius tengah dalam perjalanan darat menuju Sumatera. Tak tunggu lama, polisi menangkap Ius saat turun dari bus

“Dia putuskan mau pulang kampung tempat kakaknya di Sumatera Utara, kan kampungnya di sana,” jelas Iriawan.

3. Wakil ‘Kapten Pincang’

Menurut penjelasan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, dalam aksinya di Pulomas, Ius Pane berperan sebagai eksekutor yang masuk ke dalam rumah korban.

“Kalau Sinaga itu dia berperan sebagai sopir, dia enggak ikut ke dalam. Yang masuk itu tiga orang, termasuk dia (Ius),” ujar Iriawan, Kamis 29 Desember 2016.

Selain itu, Iriawan menyebut bahwa Ius merupakan wakil kapten dari komplotan pimpinan tersangka Ramlan Butarbutar, yang tewas saat ditangkap karena melakukan perlawanan.

“Ius itu kedua setelah kapten Ramlan Butarbutar,” kata Iriawan.

Dalam kasus perampokan Pulomas ini, polisi telah menangkap dan menetapkan tiga tersangka yakni Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, dan Alfins Bernius Sinaga.

Polisi meringkus Alfins di kawasan Villamas Indah Blok C, Bekasi Utara, Jawa Barat pada Rabu petang, usai menangkap Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang. Dalam penangkapan tersebut, keduanya juga dilumpuhkan. Ramlan tewas sedangkan Erwin selamat.

Alfins diduga berperan sebagai pengemudi mobil yang digunakan untuk merampok rumah mewah milik korban Dodi Triono di Puloas, Jakarta Timur.

4. Seret Korban

Beredar video salah satu perampok rumah Dodi Triono di Pulomas melakukan aksi kekerasan kepada salah satu korban.

Dalam rekaman video tampak pelaku menyeret korban dengan menarik rambut korban sambil menodongkan pistol. Sesekali pelaku terlihat memukul korban dengan pistol tersebut.

Diduga pelaku tengah memaksa korban untuk turun dari lantai dua rumah Dodi untuk disekap di kamar mandi bersama korban lainnya.

Kapolda Metro Irjen M Iriawan membenarkan itu aksi kekerasan pelaku perampokan terhadap salah satu korban. Dia menyatakan, aksi brutal itu dilakukan Ridwan Sitorus alias Ius Pane alias Marihot Sitorus terhadap salah satu korban.

“Betul, yang bersangkutan menyeret korbannya,” ujar Iriawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Minggu 1 Januari 2017.

Tak hanya menyeret korbannya, dari pengakuan Ius ia juga melakukan kekerasan pada korbannya. “Dengan menjambak dan memukul,” terang Iriawan.

Related posts