Rektor UII Mundur tidak Hentikan Pemeriksaan

  • Whatsapp

1485480763_uii

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Harsoyo, mengundurkan diri menyusul meninggalnya tiga mahasiswa UII yang mengikuti Pendidikan Dasar The Great Camping (TGC) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Unisi UII.

Read More

“Di depan menteri, saya menyatakan mengundurkan diri,” kata Harsoyo seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Dikti) M Nasir di Kantor Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah V Yogyakarta, kemarin.

Harsoyo mengaku,pengunduran diri itu merupakan tanggung jawab moral atas meninggalnya tiga mahasiswa UII peserta TGC.

Pendidikan Dasar (Diksar) The Great Camping Mapala Unisi UII di lereng selatan Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari, menyebabkan tiga mahasiswa meninggal dunia, yakni Muhammad Fadhli, Syaits Asyam, dan Ilham Nurpadmi Listya Adi.

Kegiatan yang diikuti 34 mahasiswa itu juga menyebabkan 10 mahasiswa mengalami luka-luka dan masih dirawat di Rumah Sakit JIH Yogyakarta. Setelah kejadian itu, institusi Mapala UII telah dibekukan.

Dalam kesempatan itu, Harsoyo menyampaikan permohonan maaf kepada orangtua korban dan peserta TGC. “Tentu saja proses administrasi harus dilakukan. Jadi, mohon maaf Pak Menteri, ada beberapa hal yang harus saya ta­ngani. Bukan berarti saya tidak mau pergi dari situ (UII),” katanya.

Nasir mengapresiasi pengunduran diri Harsoyo. Dia berpesan agar kasus serupa tidak terulang lagi dan meminta UII mengusut tuntas kejadian itu.

“Saya mengapresiasi langkah tersebut. Namun, saya minta seluruh Mapala Unisi yang terlibat, baik yang ikut dalam kegiatan latihan dasar sebagai panitia maupun yang tidak berangkat, untuk tetap diperiksa,” kata Nasir.

Penyidik terkendala
Kapolres Karanganyar AKB Ade Safrie Simanjuntak mengakui penyidik masih terkendala untuk memeriksa panitia Diksar TGC. Penyebabnya, jelas dia, pihak panitia meminta surat keterangan resmi pemanggilan dari Polres Karanganyar.

Dengan demikian, menurut Ade, Polres Karanganyar akan berkoordinasi dengan Rektorat UII untuk dapat menghadirkan panitia yang terlibat dalam kegiatan nahas itu. “Kami berencana memanggil panitia Diksar, Senin (30/1),” Ade.

Dalam waktu dekat, jelas dia, Polres Karanganyar akan menggelar perkara kasus itu. “Sekaligus kita tetapkan siapa tersangkanya. Kita targetkan dalam minggu ini,” katanya.

Terkait dengan 37 lembar surat pernyataan bermeterai Rp6.000 dari peserta Diksar yang menyatakan panitia tidak bertanggung jawab jika terjadi kerusakan tubuh atau cacat, bagi Ade, itu tidak menghapus tindak pidana yang terjadi.

“Saksi ahli menyatakan kejadian tindak pidana tidak bisa dihapuskan oleh surat pernyataan. Surat itu tidak memiliki kekuatan hukum meski ditandatangani di atas meterai,” kata Kapolres.

Wakil Kapolda Jateng Brigjen Firli optimistis penetapan tersangka kasus itu bisa dilakukan pada pekan ini.

 

 

 

Sumber : MI (AU/DW/FR/Ant/N-1) AM

 

  • Whatsapp

Related posts

decorative islamic lamps banner with text space