Fadli Zon: Kebijakan Pemerintahan Jokowi Bentuk Penghianatan Terhadap Petani

  • Whatsapp

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai kebijakan pemerintah terkait impor beras sebanyak dua ton merupakan pengkhianatan terhadap petani.

“Jadi, kebijakan impor beras hingga dua juta ton ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap petani,” kata Fadli dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/9).

Read More

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan penugasan kepada Bulog untuk melakukan tambahan impor beras sebanyak 1 juta ton. Dengan begitu, hingga Agustus 2018 total izin impor beras telah mencapai 2 juta ton.

Fadli menyebut pemerintah telah bertindak tidak transparan dalam masalah impor beras tersebut, hal itu karena tambahan izin 1 juta ton itu baru diketahui masyarakat belakangan.

Menurutnya, untuk memenuhi stok pangan nasional Pemerintah seharusnya melakukan maksimalisasi penyerapan gabah atau beras milik petani. Gabah dan beras petan harus diprioritaskan untuk diserap pemerintah, bukannya malah impor beras.

“Kalau pun harga gabah dan beras petani lebih mahal dari beras import harus tetap diserap, toh yang untung petani kita sendiri,” katanya.

Selain itu kata Fadli, jika gudang Bulog diisi oleh gabah dan beras petani, pendapatan dan daya beli petani akan meningkat.

“Sayangnya, alih-alih menolong petani bangsa sendiri, pilihan kebijakan pemerintah selalu saja impor, yang secara tidak langsung lebih suka menolong petani dari negara lain,” katanya.

  • Whatsapp

Related posts

decorative islamic lamps banner with text space