Peringati Harpelnas, BPJS TK Nagoya Berikan Pelayanan Spesial ke Peserta

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 182.072.250 kepada peserta tenaga kerja dari PT Cahaya Perdana Transalam atas nama Humam Kanafi (almarhum) yang diterima oleh ahli waris Femi Toriswati (istri almarhum). (Foto: Patrolmedia/Erwin)

alreinamedia.com, Batam – Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) yang jatuh pada tanggal 4 September 2018, Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya memberikan pelayanan spesial kepada para peserta, khususnya yang mengantri untuk pengajuan klaim.

Sesuai dengan temanya, “Pelayanan Prima Untuk Peserta”, BPJS Ketenagakerjaan Nagoya menjadikan momen Harpelnas sebagai ungkapan kepedulian dan memberikan pengalaman pelanggan secara postif yang mengesankan.

Read More

(dari kiri) Kakacab BPJS Ketenagakerjaan Nagoya, Surya Rizal dan Wawako Batam Amsakar Achmad didampingi Kadis Tenaga Kerja Batam, Rudi Sakyakirti memberikan bingkisan spesial kepada peserta (jilbab), yang mengajukan klaim di ruang pelayanan. (Foto: Ade/PIC BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya).

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya Surya Rizal menjelaskan, peringatan Harpelnas merupakan wujud apresiasi dan ungkapan terima kasih BPJS Ketenagakerjaan kepada para peserta. Pelayanan spesial ini akan berlangsung selama 3 hari dengan tema dan layanan yang berbeda–beda.

“Kemarin (4/9) kami telah menyiapkan layanan pangkas rambut gratis bagi peserta. Hari ini ada layanan gratis pijat dan refleksi. Nah, besok (6/9) kami memberikan layanan cuci motor gratis kepada para peserta,” kata Surya, usai memberikan sambutan di ruang Pelayanan Publik, Rabu (5/9/2018).

Surya melanjutkan, para peserta juga diberikan suguhan makanan dan minuman gratis sambil menikmati acara games, dan kuis berhadiah yang dibawakan oleh para karyawan BPJS Ketenagakerjaan.

Terlihat semua ruangan disulap dengan dekorasi yang menarik. Surya mengatakan, pihaknya ingin membuat para peserta semakin nyaman dan memiliki pengalaman berkesan di hari pelanggan kali ini.

“Kami akan terus menerus meningkatkan pelayanan kepada peserta, dan pada hari pelanggan ini dijadikan momen evaluasi sebagai perbaikan dan peningkatan pelayanan sesuai ekspektasi dari peserta yang cepat, tepat dan penuh keramahan,” tuturnya.

Selain itu, Surya juga ikut turun langsung melayani para peserta pengajuan klaim.

Surya berdialog bersama para peserta guna mendapatkan feedback atau saran terkait evaluasi dan tingkat kepuasan pelayanan yang telah diberikan BPJS Ketenagakerjaan selama ini.

Ia berharap, melalui Harpelnas semoga dapat meningkatkan citra pelayanan BPJS Ketenagakerjaan dan meningkatkan kepuasan peserta sesuai dengan service value BPJS Ketenagakerjaan yaitu Pelayanan PRIMA (Peduli, Ringkas, Interaktif, Modern dan Aktif).

“Hal ini tentunya bakal mendorong peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Surya.

BPJS Ketenagakerjaan juga mengajak Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad, Kadis Tenaga Kerja Batam, Rudi Sakyakirti dan Camat Batu Ampar Tukijan,  memperingati Harpelnas di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya.

Amsakar Achmad mengatakan, Pemko Batam dalam hal ini turut memberikan semangat kepada para peserta, termasuk bagi pekerja yang belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan agar segera mendaftarkan diri. Karena, manfaat besar yang akan diperoleh tentunya dinikmati oleh peserta itu sendiri nantinya.

“Kita sudah sering melihat pekerja yang terkena dampak kecelakaan kerja tapi tak terlindungi dari BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, segera mendaftar,” ucapnya.

Sepanjang yang diamati, menurut Amsakar,
BPJS Ketenagakerjaan sangat responsif untuk menyelesaikan terkait persoalan kecelakaan kerja para pekerja.

Untuk mempertahankan kinerja baiknya, Amsakar berpesan agar pelayanan selalu semakin ditingkatkan dari waktu ke waktu. Hari ini sudah dilakukan terobosan maka, kedepan akan menjadi standar baru bagi BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau pelayanan terhadap pelanggan tidak bisa ditingkatkan, niscaya sebuah badan usaha termasuk didalamnya corporate dan pemerintah, itu akan ditinggalkan oleh pelanggannya” tutur Amsakar.

 

Penulis/Editor: Erwin Syahril

Related posts