Pemakaman Massal Dimulai Untuk Ribuan Korban Tewas Gempa Palu - Alreinamedia.com Pemakaman Massal Dimulai Untuk Ribuan Korban Tewas Gempa Palu - Alreinamedia.com
Pemakaman Massal Dimulai Untuk Ribuan Korban Tewas Gempa Palu

Pemakaman Massal Dimulai Untuk Ribuan Korban Tewas Gempa Palu

PALU – Pemakaman massal telah dimulai dengan menggali kuburan sepanjang 100 meter untuk lebih dari seribu korban gempa berkekuatan 7,4 dan disusul gelombang tsunami setinggi 2meter di Sulawesi Tengah. Korban tewas dikonfirmasi 844 orang kemungkinan akan terus bertambah. 

Para kerabat yang hancur dan histeris berusaha mencari keluarga mereka melalui kantong mayat dan di kamar mayat.

Pemakaman hari ini dimulai dengan tim pekerja, wajah ditutupi dengan masker, meletakkan 18 kantong mayat di parit, pemakaman ini dilakukan secara bertahap.

Di perbukitan di Palu, para sukarelawan telah menggali kuburan sepanjang 100m, bersiap untuk menampung 1.300 korban untuk beristirahat.

Penggalian kuburan massal disebuah bukit di Palu Foto: Antara

Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya mengatakan, pemakaman massal harus dilakukan sesegera mungkin untuk ‘alasan kesehatan.

“Hari ini kami akan memulai pemakaman massal para korban, untuk menghindari penyebaran penyakit,” ujar Sutopo, Minggu (30/9).

Dwi Haris terperangkap dalam gempa bumi dan menderita patah tulang belakang dan bahu mengatakan, bahwa ia mendengar istrinya menangis minta tolong, tetapi kemudian diam.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi padanya dan anakku. Saya harap mereka aman,” katanya mengutip media setempat.

Seorang pria menangis di samping tubuh ibunya (Foto: REUTERS)

Yang lainnya yang putus asa untuk menemukan anggota keluarga berusaha mencari di kamar mayat di luar ruangan, di mana mayat berbaring di bawah terik matahari, menunggu untuk diklaim dan diidentifikasi.

Di sebuah desa nelayan di Donggala, anggota keluarga juga mencari satu sama lain setelah rumah-rumah runtuh.

Andi Rainaldi dan istrinya Flarahanie mengatakan kepada ABC bahwa tidak ada satu pun rumah yang berdiri di desa Boya.

Tujuh dari keluarga besar Andi hilang termasuk putranya yang masih muda, yang tubuhnya kemudian diidentifikasi di sebuah mesjid lokal yang telah berubah menjadi kamar mayat sementara.

Mayat tergeletak di tanah di masjid, terbungkus seprai.

“Aku bahkan tidak bisa mengenali wajah putraku, hanya dengan pakaiannya,” kata Rainaldi.

Puluhan orang dilaporkan terperangkap di reruntuhan beberapa hotel dan sebuah mal di kota kecil Palu, dengan ratusan lainnya dikhawatirkan terkubur di tanah longsor yang menelan desa-desa.

Tsunami yang menghancurkan mesjid di pantai Talise, Palu (Foto: REX / Shutterstock)

Presiden Joko Widodo mengatakan kepada wartawan untuk mengeluarkan orang-orang itu adalah prioritas.

“Evakuasi belum selesai, ada banyak tempat di mana evakuasi tidak bisa dilakukan karena tidak ada alat berat, tetapi peralatan semalam mulai tiba,” kata Jokowi.

“Kami akan mengirim pasokan makanan sebanyak mungkin hari ini dengan pesawat Hercules, langsung dari Jakarta,” katanya, mengacu pada pesawat angkut militer C-130.

 

BERITA TERKINI