Perampok di Terminal Angkot Lebih dari 1 Orang, Kapolres Solok: 2 Pelaku DPO

  • Whatsapp
Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan. (Foto: dok)

alreinamedia.com, Solok – Aksi perampokan yang terjadi pada Kamis (11/10/2018) lalu, di terminal angkot Solok, ternyata lebih dari 1 orang.

Polres Solok Kota masih terus memeriksa pelaku yang diketahui pria berinisial MR asal Jambi, untuk mengungkap kawanan lainnya.

Read More

Berita Terkait: Gagal Merampok, Pria Bersenjata Api Dibekuk Polres Solok Kota

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan mengatakan, MR mengaku dipanggil oleh 2 kawanan perampok asal Solok untuk menjalankan aksi kejahatan mereka di Kota Serambi Madinah itu.

Namun, karena dalam proses penyelidikan, polisi enggan membeberkan identitas 2 pelaku asal Solok tersebut.

“Ada 2 pelaku kawanan perampok lainnya yang berasal dari Solok, statusnya DPO Polres Solok Kota,” ujar Dony kepada alreinamedia.com, Jum’at (12/10/2018) petang.

Saat ini jajaran Polres Solok Kota tengah memburu 2 pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Mereka sudah kita identifikasi, saat ini sedang dalam pengejaran,” ungkap Dony.

Ilustrasi senpi jenis revolver. (Foto:net)

Sementara dari tangan MR, polisi menyita barang bukti berupa sepucuk Senjata Api (Senpi) rakitan jenis revolver dan 4 butir peluru tajam.

“Selain itu, senjata tajam (Sajam) Klewang dan KTP pelaku juga kita amankan,” katanya.

Dony menjelaskan, dari keterangan MR, korban bernama Jafrin (52) warga Lubuk Lintah Kuranji Kota Padang, sudah di intai sejak lama.

“Bahkan pelaku sudah mengetahui rutinitas korban sebagai sales plastik,” katanya.

Dony menyebutkan, saat peristiwa perampokan, Jafrin membawa uang tunai dalam tasnya sekitar Rp100 juta hasil penagihan barang dagangannya.

Aksi MR gagal saat merampas paksa tas milik Jafrin, karena korban melakukan perlawanan dan dibantu oleh warga yang melihat, hingga MR dikejar massa dan berakhir dengan babak belur.

“Uang korban tidak berhasil diambil pelaku,” kata mantan Kanit II Subdit IV Direktorat Tipidnarkoba Bareskrim Polri itu.

Penulis: Niko Irawan
Editor: Erwin Syahril

Related posts