Rekaman Citra Satelit Menakutkan Menunjukkan Rumah Terseret Lumpur dan Amblas di Sulteng

  • Whatsapp

JAKARTA – Sebuah rekaman citra Satelit WorldView menunjukkan saat sebuah desa di Sulawesi Tengah musnah dalam bencana tsunami dan gempa bumi, di tengah kekhawatiran membusuknya tubuh para korban lebih lanjut dapat menyebabkan krisis kesehatan masyarakat.

Jumlah korban tewas telah naik lagi ke 1.649 dan ratusan orang masih hilang, delapan hari setelah gempa berkekuatan 7,5 SR yang mengirim gelombang tsunami meluluhlantakkan kota tepi pantai Palu. 

Read More

“Jumlah korban yang meninggal dunia sampai tadi malam [5/10/2018] mencapai 1.649 orang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Sabtu (6/10/2018).

Sutopo mengatakan, rekaman citra Satelit yang mengejutkan itu terjadi perumnas Balaroa dan kelurahan Petobo menunjukkan proses likuifaksi, dimana tanah berubah menjadi lumpur dan ribuan rumah tercerai berai dan tersedot ke bumi saat bencana alam melanda pekan lalu. 

https://www.youtube.com/watch?v=o2IRq2j-t2g

Pencarian korban masih berlangsung dan sebanyak seribu orang masih berpotensi hilang ada kekhawatiran bahwa sejumlah besar mayat yang membusuk mungkin masih terkubur di bawah reruntuhan.

Pemerintah melalui Menko Polhukam Wiranto mengatakan, daerah-daerah yang paling parah harus diumumkan sebagai kuburan masal dan dibiarkan tak tersentuh, tim evakuasi pun divaksinasi di tengah kekhawatiran akan terkena penyakit seperti tipus atau kolera.

Harapan untuk menemukan lebih banyak korban seperti memudar, tetapi presiden Joko Widodo menegaskan semua korban harus ditemukan.  

Di Petobo dan Balaroa yang telah dihapus secara virtual dari peta, terlihat para prajurit TNI yang mengenakan masker untuk menangkal bau mayat memanjat di atas gundukan lumpur dan batu bata. 

‘Sebagian besar mayat yang kami temukan tidak utuh, dan itu menimbulkan bahaya bagi tim evakuasi. Kami harus sangat berhati-hati untuk menghindari kontaminasi,” kata Tim SAR.

Setelah beberapa hari tertunda, bantuan internasional perlahan-lahan menuju zona bencana, di mana PBB mengatakan hampir 200.000 orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. 

Ribuan orang yang selamat terus mengalir keluar dari Palu ke kota-kota terdekat setelah terjadinya bencana. Rumah sakit tetap kewalahan dan kekurangan staf dan persediaan. 

Petugas berwenang mengatakan akan mengambil sidik jari dan gambar digital untuk memungkinkan teknologi pengenalan wajah di kemudian hari, memastikan korban tewas tidak tetap anonim. 

  • Whatsapp

Related posts

decorative islamic lamps banner with text space