Tim Satgas TMMD ke - 104 Kodim 0316 Batam Berikan Penyuluhan Mitigasi Bencana Pada Masyarakat Di Kec. Galang - Alreinamedia.com Tim Satgas TMMD ke - 104 Kodim 0316 Batam Berikan Penyuluhan Mitigasi Bencana Pada Masyarakat Di Kec. Galang - Alreinamedia.com
Tim Satgas TMMD ke – 104 Kodim 0316 Batam Berikan Penyuluhan Mitigasi Bencana Pada Masyarakat Di Kec. Galang

Tim Satgas TMMD ke – 104 Kodim 0316 Batam Berikan Penyuluhan Mitigasi Bencana Pada Masyarakat Di Kec. Galang

Alreinamedia. Batam. (14/3/19). Mitigasi secara umum adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mengurangi dan/ atau menghapus kerugian dan korban yang mungkin terjadi akibat bencana, yaitu dengan cara membuat persiapan sebelum terjadinya bencana.

Menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, pengertian mitigasi adalah suatu rangkaian upaya yang dilakukan untuk meminimalisir risiko dan dampak bencana, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun memberikan kesadaran dan kemampuan dalam menghadapi bencana.

Pada dasarnya mitigasi dilaksanakan untuk menghadapi berbagai jenis bencana, baik itu bencana alam (natural disaster) maupun bencana akibat ulah manusia (man-made disaster). Tujuan utama mitigasi adalah untuk mengurangi atau bahkan meniadakan risiko dan dampak bencana.

Tim Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa Kodim 0316 Batam (TMMD) berikan penyuluhan tentang Mentigi pada warga
Kelurahan Sembulang. Desa Kuala Buluh. Sasaran 7. Dapur 6. Kec. Galang. Kamis (14/3).

Sebagai nara sumber Kapten. Inf. HP. Bangun. Dalam arahan dan paparanya beliau menjelaskan, kota Batam merupakan daerah Kepulauan yang sangat rawan terhadap bencana angin puting beliung.

Angin puting beliung jelas Kapten HP. Bangun mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter. Akibat dampak puting beliung yang begitu luas maka di perlukan berbagai upaya mitigasi.

Lanjut HP. Bangun menjelaskan pengertian puting beliung merupakan angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama 5 sampai 10 menit.

Proses terjadinya angin puting beliung terjadi pada musim pancaroba pada siang hari suhu udara panas, pengap dan awan hitam mengepul akibat radiasi matahari siang hari tumbuh awan secara vertikal.

Selanjutnya dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang tinggi menghembus kepermukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak.

Penyebab terjadinya angin puting beliung yaitu udara panas dan dingin bertemu sehingga saling bentrok dan terjadiya puting beliung lanjut HP. Bangun.

Dampak terjadinya puting beliung tersebut ada beberapa faktor : (1). Rusaknya rumah dan infrastruktur suatu daerah. (2). Dapat menimbulkan korban jiwa. (3). Rusaknya kebun – kebun warga. (4). Kerugian material. (5). Banyaknya puing – puing dan sampah yang terbawa angin puting beliung. (6). Terganggunya kegiatan ekonomi.

Untuk upaya mengurangi resiko jelas HP. Bangun diantaranya : (1) Kenali bulan – bulan pancaroba di wilayah tempat tinggal anda. (2) Apabila terlihat awan yang tiba – tiba gelap semua sebaiknya untuk tidak mendekati daerah awan gelap tersebut. (3) Cepat berlindung/menjauh dari lokasi kejadian mengingat fenomena tersebut sangat cepat. (4) Mengadakan penghijauan karena dengan adanya penghijauan, udara tidak terlalu panas sehingga tidak terjadi perbedaan panas yang dapat menimbulkan adanya angin puting beliung. (5) Jika terdapat pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh agar segera di tebang untuk mengurangi beban berat pada pohon dimaksud. (6) Seumpama terjadi puting beliung segera menghindar dari pepohon tinggi yang rapuh karena bisa tertimpa pohon dan cari tempat yang aman. (7) Membuat rumah secara permanen dan kuat. (8) Bila terjadi puting beliung kita di dalam rumah hindari berdiri dekat jendela yang terbuat dari bahan kaca.

Dengan demikian paparan dan masukan untuk mencegah puting beliung dari Kapten. Inf. HP. Bangun dapat bermanfaat bagi kita semua khusus bagi saudara – saudara kita yang ada di Kec. Galang. (Ramadan)

BERITA TERKINI