Berita

21 Dapur SPPG di Banjarbaru Beroperasi, Korwil: Masih Proses Sertifikasi

×

21 Dapur SPPG di Banjarbaru Beroperasi, Korwil: Masih Proses Sertifikasi

Sebarkan artikel ini

Komisi I DPRD Banjarbaru Kaget dengan Jumlah Dapur MBG yang Ada

Ketua Komasi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Ririk Sumari R mengungkapkan kekagetannya terhadap jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berdiri dan beroperasi di kota tersebut. Menurutnya, saat ini terdapat sebanyak 21 dapur SPPG yang aktif.

Pernyataan ini disampaikan Ririk dalam pertemuan antara Komisi I DPRD Banjarbaru bersama SPPG dan mitra BGN membahas program MBG di Sekretariat DPRD Banjarbaru, Senin (14/10/2025). Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kebersihan dari dapur-dapur tersebut.

“Kita tekankan bahwa harus bisa bersama menjaga dapur-dapur SPPG yang telah ada. Ternyata banyak banget di Banjarbaru ada 21 dapur, kaget juga kita tadi,” ujarnya.

Meskipun belum ada temuan signifikan terkait permasalahan MBG di Banjarbaru, Komisi I DPRD Banjarbaru tetap menekankan pentingnya antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya keracunan makanan pada siswa. Hal ini menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut.

Proses Sertifikasi SPPG yang Masih Berlangsung

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Banjarbaru, Citra Nurfitriani menyebutkan bahwa dari 21 SPPG yang ada di Banjarbaru, semuanya masih dalam proses sertifikasi. Langkah yang sedang dilakukan oleh pihaknya adalah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disidik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mempercepat proses sertifikasi SPPG.

Baca Juga :  Dari sawah ke langit: Nostalgia di tengah sawah, layang-layang yang bikin rindu

“Sudah didaftarkan. Semuanya sedang kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan,” jelas Citra.

Selain itu, ia juga menjelaskan standar yang harus dipenuhi oleh setiap dapur SPPG, mulai dari bahan makanan, proses memasak, hingga kebersihan dan pembuangan limbah. Menurutnya, semua tahapan harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Dari awal penerimaan bahan sampai distribusi harus sesuai SOP, relawan di dapur juga harus menggunakan APD, menjaga kebersihan dapur, pembuangan Ipal,” tambahnya.

Pentingnya Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS)

Diketahui, salah satu syarat wajib yang harus dimiliki oleh setiap dapur MBG atau SPPG adalah Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini menjadi bukti tertulis bahwa usaha telah memenuhi standar kesehatan dan kebersihan dalam proses produksi MBG.

Baca Juga :  Pertandingan Seru Victor Dethan vs Arkhan Fikri di Laga PSM Makassar vs Arema FC

Proses sertifikasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan penyediaan makanan bergizi gratis berjalan dengan aman dan sehat bagi para penerima manfaat, yaitu siswa-siswi di Banjarbaru.

Upaya Bersama untuk Meningkatkan Kualitas Dapur MBG

Komisi I DPRD Banjarbaru tidak hanya fokus pada jumlah dapur SPPG, tetapi juga pada kualitas layanan yang diberikan. Dalam pertemuan tersebut, mereka menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak SPPG, Disidik, dan Dinkes agar semua standar dapat terpenuhi.

Selain itu, komisi juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap kebersihan dan kualitas bahan makanan yang digunakan. Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan tidak ada kejadian keracunan makanan yang terjadi pada siswa.

Dapur-dapur SPPG yang ada di Banjarbaru merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan akses makanan bergizi gratis kepada siswa. Dengan peningkatan kualitas dan pengawasan yang lebih baik, diharapkan program MBG dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.