Kedatangan Dokter Muda di Magelang Menghadirkan Perubahan Nyata
Kedatangan 24 dokter dan dokter gigi peserta program internship di Kota Magelang tidak hanya menjadi agenda penyambutan biasa. Dalam sebuah pertemuan bersama Walikota Magelang Damar Prasetyono dan Wakil Walikota dr Sri Harso di Pendopo Pengabdian, Jumat, 10 April 2026, muncul sejumlah usulan yang menarik perhatian pemerintah kota. Fokus pembahasan bukan lagi soal seremoni penerimaan, melainkan keberanian para dokter muda menyampaikan masalah nyata layanan kesehatan yang mereka temui di lapangan.
Salah satu usulan terpenting adalah pembukaan layanan laboratorium hingga sore hari. Menurut para dokter muda, langkah ini sangat penting untuk mempercepat proses diagnosis dan mengurangi waktu tunggu pasien. Usulan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama warga yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan pada pagi atau siang hari karena aktivitas kerja atau kegiatan lainnya.
Selain layanan laboratorium, kondisi alat kesehatan di beberapa puskesmas juga menjadi sorotan. Beberapa alat disebut sudah usang dan ada yang mengalami kerusakan, sehingga memerlukan perbaikan dan pemeliharaan segera. Masukan ini menunjukkan bahwa para dokter muda tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga mulai mengidentifikasi masalah-masalah mendasar dalam sistem layanan kesehatan tingkat dasar.
Layanan poliklinik sore hari, yang beroperasi dari pukul 16.00 hingga 20.00 WIB, mendapat apresiasi karena terbukti efektif. Dalam sehari, layanan ini rata-rata mampu melayani sekitar 10 hingga 18 pasien. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap akses layanan kesehatan di luar jam kerja masih cukup tinggi.
Walikota Damar Prasetyono menyambut baik berbagai masukan tersebut sambil menegaskan bahwa pengalaman internship harus menjadi ruang belajar yang utuh. Menurutnya, seorang dokter tidak cukup hanya menguasai ilmu medis, tetapi juga harus memiliki empati dan kemampuan komunikasi yang baik. “Nilai lebih seorang dokter bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga menenangkan,” tegasnya.
Damar juga menekankan bahwa Kota Magelang harus menjadi ruang pembentukan karakter bagi para dokter muda, bukan sekadar tempat magang formalitas. Ia berharap para dokter muda dapat mengambil pelajaran berharga selama masa internship dan membawa pengalaman tersebut ke masa depan.
dr Sri Harso menambahkan bahwa meski masa tugas mereka hanya sekitar satu tahun, para dokter internship tetap menjadi bagian integral dari pelayanan kesehatan Pemkot Magelang. Karena itu, mereka diminta cepat beradaptasi dengan sistem layanan, memahami fasilitas yang ada, serta menjaga disiplin dan etika profesi.
Berbagai Tantangan dan Solusi yang Diusulkan
- Para dokter muda mengajukan beberapa solusi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan:
- Pembukaan layanan laboratorium hingga sore hari untuk mempercepat diagnosis dan mengurangi waktu tunggu pasien.
- Pemeliharaan dan perbaikan alat kesehatan di puskesmas yang sudah usang atau rusak.
Peningkatan layanan poliklinik sore hari sebagai alternatif akses kesehatan bagi masyarakat.
Pemerintah kota Magelang menyambut baik masukan dari para dokter muda dan berkomitmen untuk menindaklanjuti usulan-usulan tersebut.
- Diharapkan, pengalaman internship tidak hanya menjadi proses belajar teknis, tetapi juga membentuk karakter dan semangat profesionalisme dokter-dokter muda.

















