Alreinamedia.Com – Batam, Atas nama pemerintah kota Batam, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kota Batam, diwakili Mohammad Zaini, S.Si. Kepala Bidang Pelatihan Pembinaan dan produktivitas, membuka Bimbingan teknik dan Sertifikasi Jurnalis di Hotel PIH Batam, Rabu (19/06/2024) secara resmi.
Mohd Zani, S.Si., (kabid pelatihan dan produktivitas disnaker Kota Batam )disela-sela sambutannya, likaliku pengajuan pelatihan jurnalis atau Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ini sempat tidak diakomodir oleh pemerintah daerah dan harus berkoordinasi dengan Kementerian tenaga kerja dan akhirnya di tahun anggaran 2024 baru bisa terlaksana.
Menurut M.Zaini, pentingnya pelatihan dan Uji Kompetensi Wartawan untuk membangun opini, kalau jurnalis tidak kompeten, tidak punya visi yang baik, maka masyarakat di suatu negara jadi tidak baik pula, jadi kalau baik buruknya negara di dunia sekarang itu sebenarnya tergantung pada media, apa yang disajikan wartawan dimedia itulah yang akan diterima oleh orang-orang yang mendengarkan dan membacanya.
Direktur Kalala Institute, Eza Pendri S.Kom., menyatakan “Uji Kompetensi Wartawan (UKW) diikuti 25 jurnalis dari media cetak, elektronik dan media online yang lolos secara administrasi, dari 50 orang yang mendaftar, mudah-mudahan tahun depan dinas ketenagakerjaan Kota Batam bisa kembali menganggarkannya dalam anggaran 2025 supaya jurnalis-jurnalis yang telah mendaftar sebelumnya, dapat mengikuti Bimbingan teknik dan sertifikasi yang diselenggarakan oleh dinas tenaga kerja kota Batam.
Bimtek dan sertifikasi sangat membantu kita untuk menstandarkan ilmu yang dimiliki seorang jurnalis.
Eza, berharapan besar dari 25 peserta ber-kompeten.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau, Andi Gino, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LPK Kalala Institute, yang telah bekerja keras menjalin kerjasama dengan Disnaker Kota Batam untuk melaksanakan Bimtek dan Sertifikasi Jurnalistik tahun anggaran 2024.
Andi mengatakan, PWI Kepri baru pertama kali ini bekerjasama dengan LPK Kalala Institute. Dan, menurutnya kerjasama perdana ini bisa dikatakan cukup berhasil.
Menurut Andi, seorang jurnalis sangat dibutuhkan yang namanya kompetensi.
Hal itu supaya produk jurnalistik yang dihasilkan oleh jurnalis tersebut berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan.
Selaku Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kepulauan Riau, Andi mendorong para jurnalis untuk terus meningkatkan kompetensinya. Jangan cepat berpuas diri dengan kemampuan yang dimiiki saat ini. Terus belajar dan asah kemampuan agar bisa menjadi jurnalis yang ber-kompeten,’ujarnya’.
(Rudi Andreas)

















