Berita

3 Berita Terpopuler Sumbar: Pemicu Pemasungan ODGJ, Penangkapan Bandar Narkoba, Kasus Bunuh Diri

×

3 Berita Terpopuler Sumbar: Pemicu Pemasungan ODGJ, Penangkapan Bandar Narkoba, Kasus Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini

Tiga Berita Populer Sumbar yang Mengundang Perhatian

Berikut adalah tiga berita populer di Sumatera Barat (Sumbar) yang telah menarik perhatian masyarakat dalam 24 jam terakhir. Berita ini mencakup isu sosial, kejahatan narkoba, dan kasus kematian tragis yang menyentuh hati.

1. Tiga Faktor Pemicu Pemasungan ODGJ di Padang Pariaman Diungkap Sosiolog Unand

Sosiolog Universitas Andalas, Prof Afrizal, mengungkapkan tiga faktor utama yang menjadi pemicu pemasungan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Padang Pariaman. Fenomena ini semakin memprihatinkan setelah ditemukan adanya peningkatan kasus pemasungan yang masih terjadi di sejumlah nagari.

Menurut Prof Afrizal, pemasungan dilakukan sebagai solusi terakhir karena masyarakat cenderung tidak melihat ODGJ sebagai manusia seutuhnya. Mereka sering diolok-olok, dikucilkan, atau bahkan tidak diajak bercakap, sehingga membuat ODGJ merasa tidak dihargai dan akhirnya mengamuk.

Faktor pertama yang mendorong pemasungan adalah kesulitan pengasuh atau perawat di rumah. ODGJ memiliki keinginan sendiri dan butuh pengawasan khusus. Faktor kedua adalah masalah biaya dan BPJS. Meskipun penyakit jiwa ditanggung oleh BPJS Kesehatan, banyak keluarga kesulitan mendanai pengobatan karena ODGJ tidak memiliki BPJS atau keluarga enggan mengurusnya. Terakhir, kesulitan isolasi karena ODGJ sering mengganggu dan sulit dikendalikan di rumah.

Baca Juga :  Anwar Hadid: Adik Gigi & Bella yang Juga Jadi Model

Prof Afrizal menegaskan bahwa pemasungan bukan solusi, melainkan pelanggaran hak asasi manusia. Ia menyoroti pentingnya advokasi dan kepedulian terhadap ODGJ agar mereka bisa mendapatkan pengobatan yang layak. Menurutnya, pemasungan mencerminkan kegagalan sistem sosial dan pemerintah dalam melindungi kelompok yang paling rentan.

2. Diduga Bandar Narkoba di Sungai Lansek Sijunjung Ditangkap, Polisi Sita 6,4 Gram Sabu

Seorang pria berinisial N (55) ditangkap atas dugaan peredaran narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan di rumahnya di Jorong Talang, Kenagarian Sungai Lansek, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, pada Selasa (18/11/2025).

Kasat Resnarkoba Polres Sijunjung, AKP Syafwal, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah menerima informasi dari masyarakat tentang aktivitas transaksi narkotika yang meresahkan warga setempat. Tim Opsnal Narco Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan penggerebekan di lokasi kejadian.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan barang bukti seperti satu plastik klip bening berisi sabu-sabu dengan berat kotor 6,4 gram, serta alat-alat lain seperti timbangan, pipa kaca, korek api gas, dan handphone. Pelaku mengakui bahwa semua barang tersebut adalah miliknya.

Baca Juga :  Mutiara yang Direnggut Senyap, Saat Hukum dan Pers Kian Terdesak di Natuna

Kini pelaku beserta barang bukti sudah dibawa ke Mapolres Sijunjung untuk proses hukum lebih lanjut.

3. Ayah di Padang Pariaman Diduga Akhiri Hidup di Pohon Alpukat, Sempat Kirim Pesan Haru ke Anak

Ayah dua anak di IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, diduga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon alpukat. Jasad korban berinisial IJ (45) ditemukan tergantung menggunakan seutas kabel listrik putih.

Menurut Kapolsek IV Koto Aur Malintang, Iptu Muhammad Basir, jasad IJ ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB. Hasil visum menunjukkan bahwa korban meninggal dunia karena gantung diri, dengan luka lecet melingkar di leher sepanjang 24 sentimeter. Dokter memperkirakan korban meninggal dua jam sebelum jasadnya ditemukan.

IJ sempat mengirimkan pesan haru kepada anak dan mantan istri sebelum meninggal. Pesan-pesan itu mencerminkan rasa sayang dan permintaan maaf yang disampaikan secara singkat melalui pesan singkat. Rentetan pesan tersebut diterima beberapa menit sebelum korban memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Kasus ini menunjukkan dampak psikologis dari kandasnya hubungan rumah tangga IJ, yang memicu keputusasaan dan akhirnya memilih kembali ke kampung halaman.