Batam, Alreinamedia.com – Anggota Komisi II DPRD Batam, Ruslan Sinaga, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang semakin meresahkan masyarakat di wilayah Bengkong dan Batuampar. Penyelidikan ini dilakukan setelah menerima banyak keluhan dari warga yang mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas tersebut.
Menurut laporan yang diterima, kelangkaan gas 3 kilogram terjadi akibat beberapa faktor, termasuk distribusi yang tidak merata.
“Ada laporan bahwa di salah satu pangkalan, gas yang diperuntukkan untuk satu RT justru disalurkan ke RT lain,” ujar Ruslan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (07/10/2024) kemarin.
Atas laporan tersebut, Ruslan langsung berkomunikasi dengan pihak Pertamina Patra Niaga agar masalah ini segera ditindaklanjuti. Ia menyebut hingga saat ini masih ada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan gas melon, terutama mereka yang paling membutuhkan.
Tindakan seperti ini belum sepenuhnya teratasi oleh Disperindag dan Pertamina. Kami meminta agar tidak hanya sanksi administratif yang diberikan, tetapi juga perlu ada sanksi hukum yang lebih tegas untuk memberikan efek jera.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses distribusi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
Sementara itu, masyarakat di Bengkong dan Batuampar berharap agar permasalahan ini segera teratasi, mengingat gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok yang vital.
“Kami sangat berharap pemerintah bisa mencari solusi cepat agar kami tidak lagi kesulitan,” ujar Nurmala salah satu warga yang mengeluhkan kondisi tersebut.
Pihak DPRD Batam berkomitmen untuk terus memantau situasi ini dan mengambil tindakan yang diperlukan demi kepentingan masyarakat, ujar Ruslan. (*)

















