Berita

Anthony Budiawan Ungkap Bukti Kecurangan Proyek Kereta Cepat, Bunga 20 Kali Lipat

×

Anthony Budiawan Ungkap Bukti Kecurangan Proyek Kereta Cepat, Bunga 20 Kali Lipat

Sebarkan artikel ini



JAKARTA,

Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies, menyatakan bahwa sejak awal banyak pihak yang mengkritik nilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Ia menilai nilai proyek tersebut tidak wajar dan seharusnya berada di kisaran 4 miliar dolar Amerika Serikat. Namun, nilai proyek Whoosh diketahui mencapai 7,27 miliar dolar AS.

Menurut Anthony, ada indikasi kecurangan dalam pemilihan proposal dari Tiongkok ketimbang Jepang. Ia menyoroti bahwa sebelum memilih Tiongkok, pemerintah seharusnya melakukan perhitungan secara keseluruhan, termasuk memperhitungkan biaya bunga.

Ia menjelaskan bahwa biaya bunga yang ditawarkan Tiongkok jauh lebih besar dibandingkan penawaran Jepang. Berdasarkan estimasi, biaya bunga dari Jepang sebesar Rp 75 miliar per tahun, sementara Tiongkok menawarkan biaya bunga sebesar Rp 2 triliun per tahun.

“Biaya proyek tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga melibatkan biaya bunga. Komponen biaya bunga ini tidak diperhitungkan dengan benar,” ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Batam Tertinggal Kapal di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang

Anthony menambahkan bahwa setelah ada pembengkakan biaya bunga, tingkatnya meningkat menjadi 34 kali lipat, yaitu 3,4 persen. Sementara Jepang hanya menawarkan biaya bunga sebesar 0,1 persen. Dengan demikian, biaya bunga proyek China mencapai Rp 2 triliun per tahun, sedangkan Jepang hanya Rp 75 miliar per tahun.

Lebih lanjut, Anthony mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil risetnya, ada dugaan penggelembungan anggaran atau mark up yang sangat tinggi. Ia menyebutkan bahwa mark up diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS, sementara pembengkakan biaya mencapai 1,7 miliar dolar AS.

Karena itu, Anthony mengajak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek kereta cepat Whoosh.

Sebelumnya, KPK mengaku bahwa kasus dugaan korupsi proyek Whoosh sudah masuk tahap penyelidikan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyelidikan telah dimulai sejak awal 2025 dan masih berlangsung hingga saat ini.

“Diawali sejak awal tahun, dan tentunya ini masih terus berjalan,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (27/10/2025).

Baca Juga :  Amskar Minta, Warga Dukung Pembangunan Kota Batam

Saat ditanya apakah dugaan korupsi Whoosh terkait kerugian negara atau gratifikasi, Budi mengatakan hal itu termasuk materi penyelidikan. Karena itu, ia belum dapat mengumumkannya secara resmi dan detail kepada publik.

“Kami masih fokus dulu mencari dan menemukan unsur-unsur peristiwa adanya dugaan tindak pidana korupsinya. Ya, kami fokus dulu di situ dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.

Budi juga ditanyai tentang siapa saja atau berapa pihak yang sudah dimintai keterangan oleh KPK. Ia mengaku belum dapat memberitahukan hal itu kepada publik.

“Itu juga termasuk yang belum bisa kami sampaikan. Namun, kami pastikan ya, KPK terus menelusuri melalui pihak-pihak yang diduga mengetahui,” ucapnya.

“Serta memiliki informasi dan keterangan yang dibutuhkan untuk mengurai, memperjelas, dan membuat terang dari perkara ini.”