Batam, alreinamedia – Pemerintah Kota Batam melalu Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam akan berencana menghadirkan inovasi terbaru dalam dunia pelayanan publik dengan peluncuran aplikasi yang di beri nama BEDELAU (BErinteraksi DEngan LAyanan TerpadU).
Demikian dikatakan Kadis Kominfo Kota Batam Rudi TH. Panjaitan, S. STP., M.Si saat di konfirmasi Prolkn.id melalui WhatsApp nya, Rabu (31/7/2024).
Aplikasi ini adalah terobosan signifikan yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform digital yang mudah diakses oleh masyarakat.
Rudi mengatakan, BEDELAU adalah berasal dari bahasa Melayu asli yang artinya bersinar, mengkilap atau dapat juga diartikan dalam bahasa gaul anak muda kinclong.
“BEDELAU adalah bahasa Melayu yang artinya bersinar atau mengkilap atau bahasa gaulnya anak muda kinclong,” ujar Rudi Panjaitan.
Peluncuran aplikasi BEDELAU merupakan langkah strategis dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah kota Batam. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan proses pelayanan publik menjadi lebih sederhana, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, lanjut Rudi.
Pembangunan aplikasi ini merupakan bagian dari upaya Pemko Batam untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memperbaiki kualitas layanan publik dan mendorong partisipasi aktif masyarakat.
“Kami percaya bahwa inovasi teknologi dapat menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan. Pemko telah menampilkan sebanyak 140 lebih aplikasi layanan publik telah dioperasionalkan sebanyak 44 oleh Perangkat Daerah kota Batam , 12 Kecamatan, 21 Puskesmas, 64 Kelurahan dan 41 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kota Batam.
Pemerintah Kota Batam percaya bahwa BEDELAU akan menjadi langkah awal menuju transformasi digital yang lebih luas dalam sektor pelayanan publik. Hal ini akan tersedianya unit kerja khusus dalam bentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). BEDELAU yang akan menatakelola Ducting Bersama yang berpotensi menjadi salah satu sumber PAD Kota Batam kedepannya, tutup Rudi Panjaitan.
(***).

















