Siklon Tropis Bakung Menguat, Kepulauan Nias Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Gunungsitoli – Perkembangan cuaca terkini menunjukkan adanya perubahan signifikan dengan bibit siklon tropis 91S yang kini telah bertransformasi menjadi Siklon Tropis Bakung. Kondisi ini mengharuskan masyarakat di wilayah kepulauan Nias untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca buruk yang semakin menguat.
Menurut Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Binaka Gunungsitoli, Carles Siregar, status perubahan ini telah dikonfirmasi melalui pertemuan daring yang diselenggarakan pada pukul 16.30 WIB. “Siklon tropis 91S sudah berubah status menjadi Siklon Tropis Bakung, artinya dampaknya atau pengaruhnya ke wilayah kepulauan Nias akan semakin menguat,” jelas Carles.
Kondisi Cuaca Saat Ini dan Prediksi Beberapa Hari ke Depan
Kondisi cuaca yang kurang bersahabat telah mulai dirasakan di kepulauan Nias. Langit mendung yang disertai dengan hujan ringan hingga sedang diperkirakan akan terus berlangsung selama 2 hingga 4 hari ke depan.
“Kalau kita perhatikan seperti hari ini cuacanya kurang bersahabat, mendung disertai dengan hujan ringan sampai hujan sedang, diperkirakan akan berlangsung 2-4 hari kedepan,” ujar Carles pada hari Jumat (12/12/2025).
Dampak Penguatan Siklon Tropis Bakung
Dengan menguatnya siklon tropis menjadi Siklon Tropis Bakung, kekuatan angin diprediksi mencapai sekitar 60 km/jam. Tarikan siklon ini berpotensi meningkatkan jumlah uap air di atmosfer. Selain itu, fenomena belokan angin yang terjadi di atas kepulauan Nias membuka peluang besar terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang disertai dengan hembusan angin kencang.
Potensi Bencana dan Imbauan Mitigasi
Menyikapi perkembangan cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana, Carles Siregar telah mengambil langkah proaktif dengan menyampaikan informasi ini kepada seluruh kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh wilayah kepulauan Nias. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat potensi banjir dan tanah longsor semakin besar.
“Masyarakat tidak perlu panik tetapi tetap waspada mengantisipasi kemungkinan terburuk seperti banjir dan longsor,” tegas Carles. Ia menekankan pentingnya melakukan langkah-langkah mitigasi sebagai upaya antisipasi dini. “Lakukan langkah-langkah mitigasi karena intensitas hujan semakin meningkat beberapa hari kedepan,” tambahnya.
Langkah-langkah Kewaspadaan yang Dianjurkan:
- Pantau Informasi Cuaca: Selalu ikuti perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG dan instansi terkait.
- Periksa Kesiapan Rumah: Pastikan atap rumah dalam kondisi baik dan saluran air bersih dari sampah untuk mencegah genangan.
- Amankan Barang Berharga: Simpan dokumen penting dan barang berharga di tempat yang aman dan mudah dijangkau jika terjadi evakuasi mendadak.
- Perhatikan Lingkungan Sekitar: Waspadai tanda-tanda awal bencana longsor seperti retakan tanah, pohon tumbang mendadak, atau suara gemuruh dari lereng.
- Siapkan Tas Siaga Bencana: Siapkan tas berisi perlengkapan dasar seperti air minum, makanan ringan, obat-obatan pribadi, senter, dan alat komunikasi jika sewaktu-waktu diperlukan.
- Jauhi Area Rawan Bencana: Hindari berada di dekat sungai yang meluap, lereng curam, atau area lain yang berpotensi terdampak banjir dan longsor.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan. Namun, partisipasi aktif dan kewaspadaan dari masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko dan dampak dari siklon tropis Bakung ini.











