Lokal

Banjir Lumpuhkan Pati-Rembang: Pasar Terendam, Jembatan Ambruk

×

Banjir Lumpuhkan Pati-Rembang: Pasar Terendam, Jembatan Ambruk

Sebarkan artikel ini

Banjir Landa Jalur Alternatif Pati-Rembang, Jembatan Penghubung Ambles

PATI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati dan sekitarnya pada Minggu (11/1/2026) sore, menyebabkan banjir parah di jalur alternatif penghubung Pati-Rembang. Genangan air yang mencapai ketinggian hingga 0,5 meter ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas lalu lintas, tetapi juga memaksa para pedagang di Pasar Glonggong untuk menutup lapak mereka. Situasi semakin diperparah dengan amblesnya tanggul sungai yang mengakibatkan jembatan penghubung Pati-Rembang di Kecamatan Jaken mengalami kerusakan dan ditutup sementara.

Kelumpuhan Aktivitas Akibat Banjir di Glonggong

Jalan alternatif yang berlokasi di Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terendam banjir sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Ketinggian air yang merendam jalan diperkirakan mencapai setengah meter, membuat kendaraan tidak dapat melintas. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kelangsungan operasional Pasar Glonggong. Sejumlah pedagang yang kiosnya berada di tepi jalan terpaksa memilih untuk tidak membuka lapak karena air telah masuk ke area berjualan mereka.

Salah satu pedagang, Rubinah, yang biasanya menjajakan mi ayam dari sore hingga malam hari, harus menghentikan aktivitasnya. Air banjir masuk ke warungnya hingga ketinggian sekitar 20 sentimeter, membuatnya tidak mungkin untuk berdagang. Tidak hanya warungnya, rumah Rubinah yang juga berada di Desa Glonggong turut terendam banjir.

Seorang warga Desa Glonggong lainnya, Rifqi, melaporkan bahwa banjir mulai merambah ke permukiman warga sekitar pukul 11.30 WIB. Akibatnya, berbagai jenis usaha, mulai dari pedagang pasar, kios bengkel motor, hingga pertokoan, terpaksa menghentikan operasional mereka.

Baca Juga :  Car free night jelang tahun baru, Malioboro steril dari kendaraan bermotor mulai pukul 18.00 WIB

“Di kampung saya, ketinggian air antara 70 cm sampai satu meter. Semua rumah kena,” ujar Rifqi.

Desa Glonggong memang dikenal sebagai daerah langganan banjir setiap kali musim penghujan tiba. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai setempat meluap dan merembes masuk ke permukiman warga.

Jembatan Penghubung Pati-Rembang Ambles Akibat Arus Sungai

Banjir yang terjadi di Pati tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada infrastruktur vital. Jembatan penghubung antara Pati dan Rembang yang melintasi Sungai Randugunting di Kecamatan Jaken, dilaporkan mengalami ambles. Jembatan ini berfungsi sebagai akses penting yang menghubungkan Desa Manjang, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, dengan Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang.

Kekuatan arus Sungai Randugunting yang deras diduga menjadi penyebab ambrolnya dinding jembatan. Kapolsek Jaken, AKP Warsono, mengonfirmasi bahwa kondisi jembatan yang dinilai membahayakan tersebut telah menyebabkan penutupan sementara. Pemasangan garis polisi berwarna kuning dilakukan sebagai tanda peringatan bagi masyarakat agar tidak mencoba melintas demi keselamatan.

“Begitu mendapat laporan dari warga, kami langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Fokus kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, mengamankan area jembatan, serta mendata dampak yang ditimbulkan akibat amblesnya talut,” jelas AKP Warsono dalam keterangan tertulisnya pada Minggu.

Berdasarkan kesaksian warga setempat, wilayah Kecamatan Jaken diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sejak Sabtu (10/1/2026) pagi hingga malam hari. Sekitar pukul 10.00 WIB pada hari Minggu, seorang warga melihat amblesnya talut jembatan di sisi barat dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk diteruskan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jaken.

Baca Juga :  Banjir Sumatra: MMSGI & Yayasan LINE Kirim 8 Ton Logistik, Tim ERT Bergerak

Hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa jembatan yang memiliki panjang sekitar 30 meter dan lebar 2,5 meter tersebut mengalami patah sepanjang kurang lebih 10 meter di bagian sisi barat.

Ancaman Longsor dan Upaya Penanganan

Selain kerusakan jembatan, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor susulan. Satu rumah warga dan kandang ternak yang berlokasi di sisi barat sungai, tepatnya di RT 09 RW 4, Desa Manjang, kini berada dalam kondisi rawan rusak.

Menyikapi potensi bahaya ini, AKP Warsono mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia juga menyarankan agar warga yang memiliki hewan ternak di sekitar bantaran sungai untuk sementara waktu mengevakuasi ternak mereka guna mengantisipasi kemungkinan longsor yang lebih parah.

“Kami mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Sebagai langkah awal penanganan darurat, Pemerintah Desa Manjang berencana untuk segera membangun tanggul darurat. Pembangunan tanggul ini diharapkan dapat mencegah meluasnya potensi longsor ke area permukiman warga. Koordinasi antarlembaga terkait terus dilakukan untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi dampak banjir dan kerusakan infrastruktur ini.