Banjir Melumpuhkan Underpass Senen, Akses Lalu Lintas Dialihkan
Jakarta Pusat dilanda banjir yang signifikan pada Minggu, 18 Januari, memaksa penutupan total lalu lintas di Underpass Senen, Jalan Senen Raya. Genangan air yang cukup dalam menyebabkan petugas segera mengambil tindakan untuk mengendalikan situasi dan meminimalkan dampak bagi masyarakat. Penutupan ini dilakukan demi kelancaran proses penanganan banjir yang sedang berlangsung.
Pantauan yang dilakukan pada rentang waktu antara pukul 10.19 hingga 10.57 WIB menunjukkan bahwa air masih menggenang dengan ketinggian yang cukup mengkhawatirkan, bahkan mencapai mata kaki orang dewasa. Akibatnya, akses di Underpass Senen, yang merupakan bagian dari Jalan Letjen Suprapto, harus ditutup sepenuhnya untuk umum. Situasi ini tentu saja menimbulkan gangguan signifikan terhadap mobilitas warga yang biasa melintasi area tersebut.

Peninjauan Langsung oleh Petinggi Kota
Menyikapi kondisi darurat ini, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, turut hadir secara langsung untuk meninjau titik banjir di underpass tersebut. Kehadirannya menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menangani bencana alam yang menimpa wilayahnya.

Dalam peninjauannya, Arifin didampingi oleh Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat, Muhammad Soleh. Mereka secara seksama mengamati kerusakan yang terjadi pada pompa air yang seharusnya bertugas menyedot genangan. Setelah meninjau pompa, Arifin kemudian berjalan menghampiri area genangan air yang masih tersisa. Kunjungan singkat ini menandakan adanya respons cepat dari pihak eksekutif.
Kolaborasi Lintas Instansi dalam Penanganan Banjir
Penanganan banjir di Underpass Senen melibatkan kerja sama erat dari berbagai elemen pemerintah. Terlihat di lokasi, petugas dari Suku Dinas Bina Marga yang mengenakan rompi kuning, tim Pemadam Kebakaran dengan rompi merah, serta personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang berompi oranye, semuanya bahu-membahu mengatasi genangan air.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah mengerahkan unit pompa air untuk menyedot genangan di underpass. Namun, kendala muncul ketika salah satu dari dua unit pompa air yang tersedia di Underpass Senen dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini mengharuskan Dinas Bina Marga untuk bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) guna mendapatkan bantuan tambahan dalam proses pemompaan air. Sementara itu, petugas PPSU memiliki tugas krusial untuk membersihkan area jalan dari sisa-sisa genangan dan sampah yang mungkin terbawa arus banjir.
Muhammad Soleh menjelaskan bahwa genangan air mulai terdeteksi pada pukul 04.00 WIB pagi. Seiring berjalannya waktu, ketinggian air terus meningkat, memaksa dilakukannya penutupan jalan.
Kronologi dan Upaya Penanganan Banjir
Menurut keterangan Soleh, genangan air mulai terlihat sejak dini hari. “Setelah subuh tadi ya, udah mulai meningkat (genangan airnya). Kita koordinasi untuk tutup jalan dan dengan Damkar untuk membantu memompa air,” ujarnya.
Ia juga memaparkan bahwa ketinggian air sempat mencapai 30 sentimeter. Penutupan akses jalan di underpass telah diberlakukan sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Untuk mengatasi kekurangan pompa air akibat kerusakan salah satu unit, Dinas Bina Marga DKI Jakarta sigap mendatangkan dua unit mobil pompa air tambahan.

“Untuk saat ini, karena kerusakan (satu pompa air), dibantu oleh dua unit mobil,” jelas Soleh.


Di titik-titik penutupan arus lalu lintas, terlihat kehadiran sejumlah petugas kepolisian yang berjaga. Mereka bertugas mengarahkan para pengendara untuk mencari jalur alternatif lain guna menghindari area banjir. Pengalihan arus ini sangat penting untuk mencegah kemacetan yang lebih parah dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
Upaya penanganan banjir di Underpass Senen ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi bencana alam. Meskipun dihadapkan pada kendala teknis seperti kerusakan peralatan, kolaborasi yang solid antarpetugas berhasil meminimalkan dampak dan mempercepat proses pemulihan. Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama.















