Lokal

Bantuan Wabup Pasangkayu untuk Warga Dusun Hikmah Pasca Puting Beliung

×

Bantuan Wabup Pasangkayu untuk Warga Dusun Hikmah Pasca Puting Beliung

Sebarkan artikel ini

Angin Puting Beliung Terjang Pasangkayu, Atap Rumah Warga Hilang, Pemerintah Salurkan Bantuan

PASANGKAYU – Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Pasangkayu, kali ini Kecamatan Bambalamotu menjadi saksi bisu keganasan angin puting beliung yang menerjang pada Selasa (20/1/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.30 WITA itu mengakibatkan kerusakan parah pada salah satu rumah warga di Dusun Hikmah, Desa Polewali.

Rumah milik Samsia (40), seorang ibu rumah tangga, menjadi korban langsung terjangan angin yang datang disertai hujan deras. Saat kejadian, sebagian besar warga masih berada di dalam rumah, termasuk Samsia dan ketiga anaknya yang sedang terlelap.

Detik-Detik Mencekam

Samsia menceritakan dengan nada lirih bagaimana peristiwa mengerikan itu terjadi. “Waktu itu sekitar jam setengah tujuh pagi. Kami semua masih tidur di dalam rumah, tiba-tiba anginnya sangat kencang,” ujarnya.

Kejadian yang tiba-tiba membuat Samsia dan keluarganya terkejut. Angin kencang tersebut mampu merobek dan menerbangkan sebagian atap rumah mereka. Salah satu anaknya yang tidur di ruang tamu menjadi yang pertama merasakan dampak langsung.

“Anak saya yang di depan kaget sekali, sengnya terbang, hujan langsung kena mukanya,” ungkap Samsia, menggambarkan kepanikan yang melanda saat itu. Seketika, air hujan yang seharusnya melindungi dari terik matahari justru membasahi wajah anaknya yang masih terbaring.

Baca Juga :  Bantuan Tuan Guru Batak untuk Korban Bencana dari Polsek Tanah Jawa

Dalam kondisi panik, anak-anak Samsia segera berlari ke kamar dan menarik ibunya menuju bagian belakang rumah. Bagian tersebut dinilai lebih aman dari terpaan angin yang merusak. Mereka bertahan di sana hingga angin perlahan mereda, meninggalkan kerusakan yang memprihatinkan.

Terpaksa Mengungsi ke Dapur

Pasca kejadian, rumah Samsia mengalami kerusakan yang cukup parah. Pantauan di lokasi pada Kamis (22/1/2026) menunjukkan kondisi yang memilukan. Atap di bagian teras hingga ruang tamu rumahnya hilang seluruhnya, menyisakan rangka kayu yang terekspos ke udara. Beberapa lembar seng terlihat berserakan di halaman, menjadi saksi bisu keganasan angin. Perabot di ruang tamu pun tak luput dari kerusakan, tampak basah kuyup akibat terpapar langsung oleh hujan.

Akibat kerusakan tersebut, Samsia dan ketiga anaknya terpaksa mengungsi ke bagian dapur rumah mereka yang atapnya masih utuh. Keadaan ini tentu sangat tidak ideal untuk ditempati, namun menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia. Samsia berencana untuk memperbaiki rumahnya secara bertahap, semampunya, sembari berharap ada bantuan yang datang.

Pemerintah Turun Tangan

Peristiwa angin puting beliung ini tidak luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Pasangkayu. Wakil Bupati Pasangkayu, Herny Agus, bersama dengan Dinas Sosial setempat, segera turun tangan untuk meninjau langsung lokasi kejadian dan memberikan bantuan kepada korban.

Baca Juga :  Sinergi Akademik UT Majene & Dua SALUT: Merangkul Prajurit Kodim 1427 Pasangkayu

Kunjungan ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap warganya yang tertimpa musibah. Herny Agus tampak prihatin melihat kondisi rumah warga yang rusak parah akibat bencana alam tersebut. Ia menyempatkan diri untuk melihat langsung bagian rumah yang terdampak dan berbincang akrab dengan Samsia, mendengarkan cerita dan keluh kesahnya.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban ibu dan keluarga. Pemerintah akan terus hadir untuk masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Herny Agus, memberikan semangat kepada Samsia.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan perlengkapan tidur. Sembako diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga Samsia sehari-hari, sementara perlengkapan tidur akan sangat membantu menggantikan barang-barang yang rusak dan memberikan kenyamanan lebih di tengah kondisi yang sulit ini.

Wakil Bupati juga menyampaikan harapan agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, terutama mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda wilayah Pasangkayu. Kehadiran pemerintah di lokasi bencana diharapkan dapat memberikan rasa aman dan dukungan moril bagi para korban, serta menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan ini.