BatamPERISTIWA

Batam Dilanda Badai Kencang, 30 Pohon Tumbang dan Satu Korban Jiwa

×

Batam Dilanda Badai Kencang, 30 Pohon Tumbang dan Satu Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini

Alreinamedia.com – Kota Batam dikejutkan dengan badai kencang pada Selasa malam, 17 September 2024, yang menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat ada 30 lokasi pohon tumbang dan satu korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Walikota Batam, Muhammad Rudi, langsung menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan lurah untuk segera mengambil tindakan sesuai dengan protokol kedaruratan yang berlaku.

Kerusakan di Berbagai Wilayah

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, dalam keterangan persnya pada Rabu, 18 September 2024, menyebutkan bahwa tim dari kecamatan dan kelurahan melaporkan adanya 30 titik pohon tumbang yang tersebar di seluruh kota.

Beberapa lokasi yang terdampak antara lain di Siriaon Indah RW.15, Pendakian Akasia Hotel, Simpang RSAW, dan Jalur Lambat Inperium. Wilayah lain seperti Jl. Gajah Mada Tiban, Taman Raya, serta depan Best Western Panbil juga terkena dampak. Selain itu, pohon tumbang terjadi di sejumlah kawasan perumahan seperti Tiban I, Melati Raya, dan Kampung Agas.

Baca Juga :  Meong! Kucing Terjebak 4 Hari di Pohon Kp Lengkuas

“Petugas dari Dinas Perkim, Dinas Damkar, serta tim kecamatan dan kelurahan sudah merespons dengan cepat untuk membersihkan lokasi dan mengamankan situasi,” kata Rudi Panjaitan.

Selain pohon tumbang, angin kencang juga merusak penangkal petir di Masjid Agung Raja Hamidah, yang mengakibatkan kerusakan di kubah masjid. Akibatnya, masjid untuk sementara ditutup guna perbaikan.

Korban Jiwa Akibat Tenggelamnya Speedboat

Lebih tragis lagi, badai kencang tersebut menyebabkan seorang warga, Sumani (38), kehilangan nyawa akibat tenggelamnya pancung yang ditumpanginya di perairan depan Pulau Pekasih, Kecamatan Belakang Padang. Lima rekannya berhasil selamat dalam insiden itu.

Peristiwa terjadi saat Sumani bersama rekan-rekannya berangkat dari Tanjung Riau menuju Pulau Juda di Kecamatan Moro. Ketika mereka melintasi perairan Pekasih, speedboat mereka dihantam angin kencang dan terbalik. Sumani ditemukan meninggal, sementara korban lainnya berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat.

Baca Juga :  Tiga Pasangan Belum Menikah dan Satu Pemakai Narkoba Diamankan Operasi Pekat di Kabupaten Meranti

Imbauan Waspada Cuaca Buruk

Menyikapi kondisi ini, pihak berwenang mengimbau seluruh warga Kota Batam, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, agar tetap waspada dan memperhatikan informasi cuaca.

“Kami minta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi cuaca seperti ini,” ujar Rudi Panjaitan.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat untuk saling membantu di tengah bencana ini. “Mari kita tunjukkan solidaritas dan gotong royong untuk saling menolong sesama yang terdampak badai,” tutupnya.