Berita

Biarlah Harga Emas Terus Turun, Ini Penyebabnya

×

Biarlah Harga Emas Terus Turun, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini



JAKARTA – Harga emas dunia terus mengalami penurunan belakangan ini, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi (ATH) beberapa waktu lalu. Namun, setelah itu, harga emas dunia turun sedikit baik di atas maupun di bawah level US$4.000 per ons.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Yahoo Finance, emas sempat turun di bawah $4.000 per ons setelah Tiongkok mengakhiri kebijakan potongan pajak yang telah berlangsung cukup lama untuk beberapa pengecer. Perubahan ini bisa berdampak pada permintaan emas di pasar logam mulia terbesar di dunia.

Harga emas batangan untuk pengiriman segera mengalami penurunan hingga 1% sebelum menutup sebagian besar kerugian intraday tersebut. Penurunan ini terjadi seiring anjloknya saham-saham perusahaan perhiasan Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka tidak akan lagi memperbolehkan beberapa pengecer untuk mengkompensasi pajak pertambahan nilai saat menjual emas yang mereka beli dari Bursa Emas Shanghai dan Bursa Berjangka Shanghai. Aturan ini berlaku baik untuk emas yang dijual langsung maupun setelah diproses.

Sebelumnya, harga logam mulia melonjak ke rekor tertinggi pada bulan Oktober, didorong oleh lonjakan pembelian ritel. Namun, dalam dua minggu terakhir bulan tersebut, harga emas mengalami penurunan tajam.

Baca Juga :  Erick Thohir Dorong SEA Games Fokus Olahraga Olimpiade

Meskipun demikian, harga emas masih naik lebih dari 50% secara year-to-date. Banyak faktor fundamental yang mendorong kenaikan harga emas, termasuk permintaan dari bank sentral dan aset safe haven. Faktor-faktor ini diperkirakan tetap akan ada dalam jangka panjang.

Adrian Ash, direktur riset di BullionVault, menyatakan bahwa meskipun permintaan emas Tiongkok hanya berkontribusi kecil dalam rekor kenaikan pasar tahun ini, perubahan pajak di negara konsumen emas terbesar ini akan memberikan tekanan pada sentimen global.

“Berita ini bisa sangat disambut baik oleh para pedagang dan investor yang mengharapkan koreksi yang lebih dalam setelah lonjakan bulan lalu,” tambahnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

  • Perubahan Kebijakan Pajak: Penghapusan potongan pajak oleh pemerintah Tiongkok berdampak langsung pada permintaan emas di pasar terbesar dunia. Hal ini dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi.
  • Permintaan Bank Sentral: Permintaan dari bank sentral tetap menjadi salah satu penopang kenaikan harga emas.
  • Aset Safe Haven: Dalam situasi ketidakpastian ekonomi, emas sering kali menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari keamanan.
  • Kinerja Pasar Saham: Penurunan saham perusahaan perhiasan Tiongkok berdampak pada harga emas, karena keterkaitan antara industri perhiasan dan permintaan emas.
Baca Juga :  Unlocking Foreign Capital: A Multicurrency Market Solution

Dampak Terhadap Investor dan Pedagang

  • Sentimen Pasar: Perubahan kebijakan pajak di Tiongkok bisa memicu sentimen negatif terhadap emas, terutama di kalangan investor yang khawatir tentang permintaan yang menurun.
  • Harapan Koreksi: Beberapa investor mengharapkan koreksi lebih dalam setelah lonjakan harga emas bulan lalu.
  • Strategi Investasi: Investor mungkin mulai mempertimbangkan strategi baru untuk menghadapi fluktuasi harga emas yang semakin tidak pasti.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

  • Perubahan Kebijakan Global: Selain Tiongkok, negara-negara lain juga bisa mengubah kebijakan pajak atau regulasi yang memengaruhi permintaan emas.
  • Stabilitas Ekonomi: Stabilitas ekonomi global akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga emas.
  • Perkembangan Teknologi: Inovasi dalam industri logam mulia, seperti penggunaan teknologi digital, bisa membuka peluang baru bagi pasar emas.

Dengan berbagai faktor yang memengaruhi harga emas, investor dan pedagang perlu terus memantau perkembangan terbaru serta mengambil langkah-langkah strategis untuk menghadapi dinamika pasar.