Analis Politik: Antasari Azhar Simbol Pertarungan Dimulai

  • Whatsapp

AAmqyJLKehadiran Mantan ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Antasari Azhar pada debat Pilkada DKI kedua, di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, 27 Januari 2017 lalu itu masih menjadi perbincangan di kalangan politik, bahkan masyarakat kebanyakan.

Donny Gahral Adiansyah, analis politik UI (Universitas Indonesia) menganggapnya sebagai simbol pertarungan terbuka menuju kekuasaan 2019 antara kubu SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Megawati Soekarnoputri, atau Cikeas vs Teuku Umar, merujuk tempat kediaman dua mantan presiden itu, sudah dimulai.

Read More

Kedatangan Antasari Azhar di debat Pilkada DKI kedua kemarin, menjadi salah satu indikasi bahwa pertarungan menuju 2019 sudah dimulai, kata Donny.

Mantan Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di era pemerintahan SBY itu tersangkut kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran. Antasari dituduh terlibat pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen pada 2009 dengan motif cinta segitiga. Ia dituding menjadi otak pembunuhan berencana dan divonis 18 tahun penjara.

Antasari bebas bersyarat pada Kamis, 10 November 2016. Dia divonis 18 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, pada Februari 2009. Sejak ditahan pada 2010, Antasari mendapat remisi 4,5 tahun.

Dan, pada Januari ini, Presiden Joko Widodo mengabulkan permintaan grasi yang diajukan Antasari Azhar. Grasi itu dikabulkan melalui keputusan presiden yang berisi pengurangan masa hukuman selama enam tahun. Antasari pun dinyatakan bebas murni. “2/3 masa hukumannya sudah selesai kan, jadi pas (dikurangi 6 tahun). Bebas murni,” ujar Menkumham Yasonna Laoly di Istana Kepresidenan, Rabu, 25 Januari 2017.

Setelah itu, Antasari Azhar bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan keduanya digelar di Istana Merdeka pada Kamis sore, 26 Januari 2017.

Sehari kemudian, Antasari Azhar hadir dalam debat Pilkada DKI kedua, dibarisan pendukung Pasangan calon Ahok-Djarot. Tentu saja ini medapat sorotan publik.

Segera meluncur pernyataan dari Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, ada kemungkinan bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. “Pak Antasari menyatakan banyak kecocokan dengan gagasan-gagasan yang diperjuangkan oleh PDI Perjuangan,” kata Hasto, Minggu, 29 Januari 2017.

Antasar pun mensinyalir akan mengungkapkan kembali kasusnya. “Berkaitan dengan apa yang dikatakan Pak Antasari, memang sedang didalami lagi, ditelusuri lagi, apa saja yang memang bisa dipidanakan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto, . Dia mengatakan polisi akan meninjau bahan perkara, seperti saksi dan barang bukti. “Apakah masih bisa lagi untuk diperkarakan dalam proses tindak pidana.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo meyakini Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono akan membantu Antasari Azhar membongkar kasus pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen. Sebelumnya, “Saya percaya Pak SBY tidak mendiamkan begitu saja,” kata Roy, Rabu, 25 Januari 2017.

Roy meminta semua pihak tidak menganggap Ketua Umum Partai Demokrat itu memiliki kewenangan seperti dulu saat masih menjabat orang nomor satu di Tanah Air. “Kebetulan Pak SBY adalah warga biasa. Jadi, kalau warga biasa, tentu power tidak lagi sebesar ketika menjabat,” ujarnya.

Kabar terakhir, PDIP mendukung Antasari Azhar maju mencalonkan diri menjadi Gubernur Sumatera Selatan dalam pilkada tahun depan.

Related posts