‘Lulus Kuliah IT Jangan Sombong, Ilmunya Masih Dasar’ Chief Technology Officer Bukalapak

  • Whatsapp

Berhasil lulus dari perjuangan kuliah selama 4 tahun atau lebih memang memberikan kebanggaan tersendiri. Namun bukan berarti boleh sombong, karena menurut salah satu bos Bukalapak, ilmu yang diperoleh di kampus baru dasarnya saja.

“Pembelajaran sesungguhnya baru dimulai ketika memasuki dunia kerja. Jadi jangan karena sudah lulus, ilmu yang didapat di bangku kuliah sudah cukup. Itu baru dasarnya dan berbeda sekali saat di dunia kerja,” kata Chief Technology Officer Bukalapak Nugroho Herucahyono, di kantor Bukalapak, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2016).

Read More

Bukalapak sendiri baru saja menggelar kontes programming. Kontes ini mengajak calon tenaga IT yang masih berstatus mahasiswa untuk menunjukkan keterampilannya mengolah bahasa pemrograman.

Di samping itu, tujuan lain kontes ini adalah sebagai wadah untuk meningkatkan keterampilan calon tenaga IT ketika menghadapi dunia kerja.

Apalagi dengan pesatnya industri digital membuat kebutuhan akan tenaga IT juga meningkat. Namun itu semua tentu kembali ke skill SDM itu sendiri. Sekedar lulus kuliah dengan hasil baik belum menjamin kesuksesan di dunia kerja. Di sinilah perlunya pengembangan skill dari sumber lain di luar kampus.

“Kuliah itu kan hanya (sekitar) empat tahun. Waktu yang terasa singkat itu belum cukup. Oleh karenanya ilmu yang didapat (di kampus) sebenarnya masih dasarnya saja. Pengembangan skill bisa dilakukan di luar kampus. Paling gampang lewat internet, banyak yang bisa dipelajari,” saran Nugroho.

‘Orang IT yang Penting Skill, Ijazah Bukan Harga Mati’

Tenaga kerja IT memegang peranan besar dalam perkembangan bisnis digital. Namun siapa sangka kalau ijazah bukanlah harga mati di bisnis ini, skill juga harus dibuktikan.

Seperti diketahui, dunia IT adalah bidang yang sangat cepat perkembangannya. Sehingga dibutuhkan orang yang memang punya passion untuk mengikutinya. Atau dengan kata lain skill sangat berperan di dunia IT.

Nugroho Herucahyono, CTO BukaLapak, mengatakan lulusan sarjana bukan patokan yang menjamin bisa mengikuti perkembangan teknologi. “Lulusan SMA pun kalau skill-nya lebih bagus, akan lebih dipertimbangkan ketimbang yang sarjana di bisnis (digital) ini,” katanya, di kantor Bukalapak, di Kemang, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Lebih lanjut, kapabilitas adalah hal yang jadi fokus untuk orang IT di bisnis digital. Selain itu keinginan untuk terus belajar juga jadi faktor pendukung yang tak kalah pentingnya.

Meski demikian bukan berarti lulusan-lulusan baru tak punya peluang. Nugroho menambahkan, kesempatan di bisnis digital terbuka lebar bagi lulusan IT yang punya hasrat mendalami bidang ini. Alasannya karena passion bisa menjadi dasar lulusan IT untuk terus belajar.

“Kami open dengan fresh graduate, utamanya yang punya passion tinggi dengan dunia IT. (Passion) bisa terlihat dari kemampuannya,” imbuh Nugroho.

Sementara itu orang IT seperti apa yang dibutuhkan di bisnis digital, porsi programmer memiliki porsi lebih besar ketimbang infrastruktur. Pasalnya sisi aplikasi memang memegang peranan penting dalam kelangsungan bisnis digital, semisal untuk peningkatan fitur atau demi mengikuti tren yang berkembang.

“(Utamanya) bidang programming. Tidak sebatas web, tapi apapun seperti misalnya mobile yang kini berkembang, dan juga yang lain-lain. Yang penting mau belajar (mengikuti perkembangan IT),” pungkas Nugroho.

Dikutip dari inet.detik.com

Related posts