Pidato Menggetarkan! PM Malaysia Bicara Tentang Palestina di Sidang Umum PBB

  • Whatsapp

NEW YORK – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamed berbicara di Sidang Umum PBB setelah 15 tahun absen dari badan dunia pada Jumat (28/9/2018).

Dalam pidatonya, Mahathir mencatat perang saat ini melawan teroris tidak akan berakhir sampai akar penyebabnya ditemukan dan dihapus.

Read More

Ia menegaskan penyebab utama dari terorisme bermula ketika tanah Palestina disita untuk membentuk negara Israel pada tahun 1948. Orang-orang Palestina dibantai dan dipaksa meninggalkan tanah mereka. Rumah dan pertanian mereka disita.

“Mereka mencoba melawan perang konvensional dengan bantuan dari tetangga yang bersimpati. Teman-teman Israel memastikan upaya ini gagal. Lebih banyak tanah Palestina disita. Dan permukiman Israel dibangun di lebih banyak lagi tanah Palestina dan Palestina ditolak akses ke permukiman yang dibangun di atas tanah mereka,” ujar Mahthir

“Orang-orang Palestina awalnya mencoba bertarung dengan katapel dan batu. Mereka ditembak dengan peluru tajam dan ditangkap. Ribuan orang dipenjara. Frustrasi dan marah, tidak mampu melawan perang konvensional, orang Palestina menggunakan apa yang kita sebut terorisme,” lanjutnya.

Meski begitu kata Mahatir, Dunia seakan tutup mata ketika Israel melanggar hukum internasional.

Ketika warga Palestina menembakkan roket yang tidak efektif dan bahkan tidak menyakiti siapa pun. Israel malah melancarkan balas dendam besar-besaran, dengan membom rumah sakit, sekolah dan bangunan lain, menewaskan warga sipil yang tidak bersalah termasuk anak-anak sekolah dan pasien rumah sakit.

Tak sampai disitu, dunia bahkan menghadiahi Israel, dengan sengaja memprovokasi Palestina untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Ini adalah kemarahan dan frustrasi orang-orang Palestina dan simpatisan mereka yang menyebabkan mereka menggunakan apa yang kami sebut terorisme. Tetapi penting untuk mengakui bahwa tindakan apa pun yang membuat orang takut juga merupakan terorisme. Dan negara-negara yang menjatuhkan bom atau meluncurkan roket yang melukai dan membunuh orang yang tidak bersalah juga membuat orang takut. Ini juga tindakan terorisme,” ujar Mahathir.

“Malaysia membenci terorisme. Kami akan melawan mereka. Tetapi kami percaya bahwa satu-satunya cara untuk memerangi terorisme adalah dengan menghapus penyebabnya. Biarkan orang-orang Palestina kembali untuk merebut kembali tanah mereka. Biarlah ada negara Palestina. Biarlah ada keadilan dan aturan hukum. Berperang melawan mereka tidak akan menghentikan terorisme. Mereka juga tidak akan meneror mereka dengan sukses,” katanya.

Related posts