Inilah Pulau Terpadat di Dunia, Tidak Ada Polisi dan Kriminal

  • Whatsapp

Santa Cruz – Salah satu pulau terpadat di dunia memang ada di Indonesia, yakni Pulau Bungin. Namun ternyata, Kolombia juga memilikinya.

Melansir CNN Travel, Selasa (13/11), pulau yang penuh sesak di Kolombia itu tetap mempertahankan cara hidup yang tenang. Namanya Santa Cruz del Islote atau Pulau Santa Cruz.

Read More

Menurut sejarahnya, nelayan dari pulau-pulau terdekat hanya berniat menghabiskan malam di Pulau Santa Cruz. Lalu mereka memutuskan untuk tinggal di sana secara permanen ketika mereka menyadari bahwa di sana tidak ada nyamuk.

Warga setempat menghubungkan lingkungan yang bebas nyamuk itu dengan tidak adanya hutan bakau dan pantai. Santa Cruz bukanlah tempat pulau dengan resor mewah.

Tidak ada tempat bagi pengunjung untuk menginap. Turis sering bermalam di pulau tetangganya, Pulau Múcura dan mengunjungi Santa Cruz menggunakan speed boat menjelajah selama beberapa jam.

Pulau Santa Cruz adalah pulau yang sederhana juga tidak ada polisi di sana. Rumah-rumah yang ada diwariskan turun-temurun, jadi tidak ada penduduk asli.

Pulau kecil seukuran dua lapangan sepakbola itu dihuni sekitar 1.200 penduduk. Tapi, ada yang bilang penduduknya lebih kecil, yakni sejumlah 900.

Terdapat sekitar 115 rumah di Pulau Santa Cruz. Berbagai fasilitas ada di pulau itu, yakni sebuah gereja, sekolah.

Dalam penelusuran detikTravel, Pulau Santa Cruz punya tingkat kepadatan di bawah Pulau Bungin, Sumbawa, Indonesia. Kepadatan Pulau Bungin https://www.detik.com/tag/pulau-bungin/ adalah 41,2 orang/km2 sedangkan Santa Cruz kepadatannya 40,4 orang/km2.

Tidak ada kejahatan di Pulau Santa Cruz. Sehingga mereka tidak membutuhkan polisi.

Hotel Punta Faro telah berinvestasi untuk membangun akuarium konservasi kecil di Santa Cruz. Karena sebelumnya, penduduk setempat memperlakukan kura-kura seperti ayam, yakni diambil dagingnya.

Sekarang, penduduk Pulau Santa Cruz amat hati-hati ketika melepaskan kura-kura yang tertangkap di jaring. Lalu menjaganya sampai tim konservasi hotel datang untuk mengambilnya.

Jika ada wisatawan, mereka dapat mengeksplor lokasi konservasi dengan membayar biaya masuk yang tak terlalu mahal. Dalam akuarium itu juga ada hiu yang masih kecil, ikan pari, dan ikan lainnya.

Pulau Santa Cruz memang sudah penuh sesak dengan rumah. Penduduk pulau ini mulai membangun rumahnya ke atas, karena ruangnya telah habis.

Mengunjungi Pulau Santa Cruz

Setiap pengunjung yang mengunjungi Pulau Santa Cruz diminta untuk membayar tiket sebesar 3.000 Peso atau USD 1 atau Rp 14.800. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung, mengambil foto penduduk dan seolah-olah mereka mengunjungi kebun binatang.

Karena dianggap tidak sopan, penduduk berinisiasi untuk menarik retribusi. Lalu dibikinlah tur mengelilingi pulau, karena penduduk merasa turis harus menyadari bahwa mereka tidak hanya untuk dilihat melainkan belajar budaya lokal.

Uang dari tur itu digunakan untuk membantu upaya konservasi dan menuju kegiatan sehari-hari di pulau, seperti membeli air minum. Saat ini, ada kekhawatiran pulau itu akan menjadi korban naiknya permukaan laut karena perubahan iklim. (am/detik)

Related posts