Soal Rencana Geruduk Anggota TKN Jokowi, Polisi Ingatkan Andi Arief

  • Whatsapp

Jakarta – Rencana penggerudukan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terhadap anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin ditanggapi polisi. Polisi mengingatkan Andi agar tak main hakim sendiri.

Niat ‘penggerudukan baik-baik’ itu disampaikan Andi lewat cuitan di akun Twitter-nya, @AndiArief__. Dirangkum detikcom, Selasa (8/1/2019), Arief mengatakan aksi geruduk itu sebagai balasan karena rumahnya digeruduk polisi. Dia meminta izin polisi dan mengaku akan menggeruduk dengan baik-baik.

Read More

“Saya akan geruduk juga dengan baik-baik rumah mereka untuk saya jemput memudahkan tugas polisi. Saya sudah buat tim,” cuit Andi, Minggu (6/1).

Andi menyebut akan menggeruduk Arya Sinulingga, Hasto Kristiyanto, Ali Mochtar Ngabalin, Guntur Romli, PSI, dan sejumlah anggota TKN Jokowi-Ma’ruf. Alasannya, ia tak terima karena dilaporkan ke polisi dan menyebut mereka sebagai pemfitnah.

Polisi mengimbau Andi tak main hakim sendiri. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyarankan Andi melapor ke polisi jika ada masalah terkait pelanggaran hukum.

“Apabila ada permasalahan hukum silakan untuk melaporkan kepada Polri sebaga institusi negara yang berkompeten melakukan penegakkan,” kata Dedi, Senin (7/1).

Saling geruduk ini bermula dari isu hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Andi diketahui ikut meramaikan isu itu lewat cuitan di Twitter-nya. Ia meminta KPU mengecek informasi surat suara tercoblos itu.

Setelah isu itu terklarifikasi sebagai hoax, Andi mengaku rumahnya yang berada di Lampung digeruduk polisi. Ia pun meminta Presiden Joko Widodo menghentikannya.

“Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan,” kata Andi via Twitter, Jumat (4/1).

Polisi telah membantah. Mereka menyatakan rumah yang didatangi itu bukan milik Andi Arief lagi.

“Tidak ada gerebek ya, tidak ada penindakan oleh Krimsus Cyber ya, yang ada itu sambang, bukan rumahnya Andi Arief, itu sudah dijual sejak 2014,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih.

Meniru Tim Mawar

Politikus PSI Guntur Romli mengatakan siap mengusir Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, jika digeruduk TKN Jokowi-Ma’ruf. Sebaliknya Guntur menuding Andi Arief memakai cara-cara Tim Mawar.

“Cara yang dipakai Andi Arief seperti Tim Mawar yang menculiknya dulu, apalagi saat ini Andi Arief berkoalisi dengan pimpinan Tim Mawar, jadi dia mau meniru Tim Mawar,” kata Guntur kepada wartawan, Minggu (6/1/2019).

“Saya akan tunggu Andi Arief dan timnya di rumah, dan akan saya usir dengan baik-baik,” ungkapnya.

Menurutnya, twit Andi Arief soal ‘geruduk’ sudah termasuk ancaman. Dia meminta polisi menangkap Andi Arief.

“Twit Andi Arief termasuk ancaman, harusnya polisi tangkap Andi Arief sejak ia menyebarkan hoax ada 7 kontainer suara suara sudah tercoblos semua, apalagi dia bisa diduga kuat mau hilangkan barang bukti dengan menghapus twitnya, sekarang dia mengancam saya dan beberapa orang lain, sudah sepantasnya polisi menangkap Andi Arief, dia akan terus buat keributan,” kata Guntur Romli.

Sementara Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga meminta Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menertibkan kadernya karena menurutnya ini bisa menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat ke SBY maupun PD.

“Kasihan citra Pak SBY, Demokrat, kalau prajuritnya seperti itu. Tolong Pak SBY ingatkan kembali pasukannya jangan bikin keributan, kasihan citra Pak SBY yang baik itu terganggu. Nanti rakyat nggak percaya ke Bapak, kan kasihan saya. Saya menghargai dan menghormati beliau,” kata Arya kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Dia lantas mempertanyakan tim yang disebut-sebut Andi Arief sudah dibentuk. Dia kembali menyebut nama SBY.

“Apalagi saya agak sedih, kok Pak SBY membiarkan anak buahnya mengancam orang lain, bukan tipe Pak SBY mengancam-mengancam. Kenapa Pak SBY membiarkan pasukannya mengancam orang lain, itu bukan tipe Pak SBY,” ungkap Arya.

Sedangkan Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan menantang Andi Arief datang memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan seputar penyebaran hoaks tujuh kontainer surat suara yang telah tercoblos.

“Siang ini kami akan datang ke Bareskrim dan saya juga berharap Andi bersikap gentle bila nanti dipanggil penyidik,” kata Ade saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (8/1).

Ade meminta Andi datang sendiri memberikan keterangan ke penyidik. “Jangan mencuit di Twitter, datang saja, kalau nanti dijadwalkan pemanggilan,” katanya. (mb/detik)

Related posts