Kadin Batam Berharap Perka BP Batam No.10 Agar Di Tangguhkan

  • Whatsapp

Alreinamedia. Batam – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Batam, adakan rapat bersama pengusaha yang tergabung dalam Kadin guna melakukan penangguhan Perka (Peraturan Kepala) BP Batam No. 10 tahun 2019. Bertempat di lantai 2 ruang rapat Kadin Kota Batam. Jum’at (21/6/19).

Read More

Ketua Kadin Kota Batam Jadi Rajagukguk menjelaskan bahwa Perkara BP Batam No. 10 tahun 2019 sangat tidak berpihak pada pengusaha bahkan merugikan bagi pengusaha itu sendiri.

Adapun Perka BP Batam No.10 adalah tentang perubahan atas peraturan kepala Badan Pengusahaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam nomor 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam. (a) – Menimbang bahwa sehubungan dengan kondisi eksternal berupa gejolak terkait dengan penyesuaian terhadap pemenuhan persyaratan dan pelaksanaan prosedur dalam ketentuan baru oleh pelaku usaha dengan di tetapkanya peraturan kepala badan pengusahaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam No. 8 tahun 2019 tentang pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam.

Selanjutnya dari Kadin Kota Batam melalui Ketua Jadi Rajagukguk menyarankan agar pengusaha bisa menyampaikan keluhannya kepada Kadin.

Kadin membuka pintu bagi pengusaha yang ingin menyampaikan keluhannya.
Sehingga Kadin bisa menyampaikannya langsung kepada Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pembuat aturan.

Dari kutipan Perka BP Batam No. 10 di atas melihat aturan tersebut itu sah – sah saja namun Perka BP itu harus jelas dan mengapa harus di kurang-kurangi ada apa Jelas Kadin Kota Batam.

Kadin adalah organisasi yang taat aturan bila aturan itu memang benar, jangan aturan itu melanggar aturan juga.

Salah satu contoh Perka itu berlaku surat karena di keluarkan tanggal 17 Mei, 2019 berlaku pada tanggal 5 Mei 2019 ini kan tidak per.

Kadin juga bertanya di buatya Perka itu untuk apa, kalau kita lihat di isi Perka itu bergejolak tentu pengusaha bertanya gejolak apa…!. Masak membuat peraturan berdasarkan gejolak seharusnya membuat peraturan itu berdasarkan aturan.

Untuk saat ini barang pengusaha banyak tertahan di pelabuhan jadi mau di buat apa tanya Kadin pada BP Batam. Importir di bawa ke Batam untuk apa, mungkin mau di kubur hidup – hidup sehingga tidak bisa berdaya. Harapanya perubahan Perka No. 10 tegas Kadin harus sesuai dengan prosedur dan tidak ada pengusaha yang di rugikan. (Ramadan)

Related posts