Berita

Bupati Toli-Toli Sepakat dengan Bank Mandiri, Warga Bisa Bayar PBB via Ponsel

×

Bupati Toli-Toli Sepakat dengan Bank Mandiri, Warga Bisa Bayar PBB via Ponsel

Sebarkan artikel ini

Transformasi Layanan Publik di Kabupaten Toli-Toli

Dalam langkah yang menandai babak baru transformasi layanan publik di Kabupaten Toli-Toli, Bupati Hi. Amran Hi. Yahya secara resmi menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengenai penyediaan layanan perbankan untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara digital. Penandatanganan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Toli-Toli, Rabu (29/10), disaksikan langsung oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Toli-Toli, Hasdono, SSTP, M.Si.

Kesepakatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Toli-Toli untuk mempercepat digitalisasi layanan publik, khususnya dalam sistem perpajakan daerah. Melalui kolaborasi ini, masyarakat kini dapat melakukan pembayaran PBB hanya dengan menggunakan smartphone atau perangkat digital lainnya tanpa harus datang langsung ke kantor pajak.

Bupati Amran dalam sambutannya menyebut kerja sama ini sebagai salah satu inovasi penting dari Bapenda Toli-Toli dalam mewujudkan pemerintahan yang efisien, transparan, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi. “Kami ingin mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya. Semakin mudah prosesnya, semakin tinggi pula partisipasi masyarakat, dan tentu berdampak positif pada pendapatan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Hasdono menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya akan meningkatkan pelayanan publik, tetapi juga mendukung target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Digitalisasi pembayaran PBB akan memangkas birokrasi dan meminimalisir risiko keterlambatan atau kesalahan administrasi. Ini adalah bentuk nyata dari pelayanan yang cepat, tepat, dan modern,” katanya.

Baca Juga :  Percepat Vaksinasi, Wapres Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi dengan Pemda

Pihak Bank Mandiri menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam mewujudkan inklusi keuangan dan digitalisasi layanan publik. Dengan infrastruktur perbankan digital yang dimiliki, Bank Mandiri memastikan transaksi pembayaran PBB di Toli-Toli akan berjalan aman, mudah, dan real time.

Kerja sama ini juga diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Sulawesi Tengah dalam memanfaatkan teknologi keuangan untuk mempercepat layanan publik dan meningkatkan efisiensi tata kelola keuangan daerah. Pemerintah Toli-Toli optimistis, sistem baru ini akan memperluas jangkauan layanan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang kini dapat mengakses pembayaran PBB tanpa hambatan geografis.

Manfaat Digitalisasi PBB

Beberapa manfaat utama dari penggunaan layanan digital dalam pembayaran PBB antara lain:

  • Meningkatkan aksesibilitas: Masyarakat tidak lagi perlu datang ke kantor pajak, sehingga lebih mudah diakses oleh warga di daerah terpencil.
  • Meningkatkan efisiensi: Proses pembayaran yang lebih cepat dan akurat, sehingga mengurangi beban administratif.
  • Memperkuat transparansi: Transaksi digital memudahkan pemantauan dan pelacakan pembayaran pajak.
  • Mendorong partisipasi masyarakat: Dengan proses yang lebih mudah, masyarakat lebih termotivasi untuk membayar pajak sesuai ketentuan.

Peran Bank Mandiri

Bank Mandiri memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan keandalan sistem pembayaran PBB secara digital. Berikut beberapa aspek yang diperhatikan oleh Bank Mandiri:

  • Infrastruktur keamanan: Sistem yang dilengkapi dengan teknologi enkripsi dan perlindungan data untuk mencegah kebocoran informasi.
  • Kemudahan penggunaan: Antarmuka yang ramah pengguna dan mudah diakses melalui aplikasi mobile.
  • Real-time processing: Pembayaran bisa diproses secara instan, sehingga tidak ada penundaan dalam pengelolaan pajak.
  • Dukungan teknis: Tim profesional yang siap memberikan bantuan jika terjadi kendala selama proses pembayaran.
Baca Juga :  Ipda Bobby Pratama Resmi Jabat Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan Geser ke Polda Kepri

Tantangan dan Solusi

Meskipun adanya banyak manfaat, pengimplementasian layanan digital juga menghadapi beberapa tantangan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Keterbatasan akses internet: Di daerah terpencil, akses internet masih terbatas. Untuk mengatasinya, pemerintah dan Bank Mandiri berkolaborasi dalam menyediakan titik akses internet yang lebih luas.
  • Kurangnya literasi digital: Banyak masyarakat belum terbiasa menggunakan layanan digital. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat.
  • Perlu adanya pengawasan: Pengelolaan sistem digital memerlukan pengawasan yang ketat untuk mencegah penyalahgunaan data dan transaksi.

Masa Depan Digitalisasi

Toli-Toli telah menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya sekadar wacana, tetapi sudah diwujudkan secara nyata. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan menjadi contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan inisiatif ini, Toli-Toli siap menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pemerintahan yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.