Chelsea berhasil meraih kemenangan telak dalam pertandingan ketiga mereka di Liga Champions, dengan dukungan para pemain muda yang menonjol. Dalam laga ini, dua alumni Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia turut berkontribusi dalam mencetak gol untuk klub asal Inggris tersebut.
Pertandingan antara Chelsea melawan Ajax Amsterdam digelar di Stamford Bridge pada Rabu (22/10/2025). Sebagai tuan rumah, The Blues berhasil menghancurkan tim tamu yang sedang dalam kondisi sulit. Anak asuh Enzo Maresca berhasil menciptakan lima gol ke gawang kiper veteran Ajax, Remko Pasveer, yang berusia 41 tahun. Sementara itu, Ajax hanya mampu membalas satu gol melalui tendangan penalti Wout Weghorst.
Kemenangan ini menjadi sangat menarik karena diwarnai oleh kontribusi para pemain muda yang terbukti memperlihatkan bakat luar biasa. Tiga remaja ajaib dari Chelsea berhasil mencatatkan nama mereka sebagai pencetak gol termuda di Liga Champions. Dua di antaranya merupakan lulusan Piala Dunia U-17 yang diselenggarakan di Indonesia dua tahun silam.
Marc Guiu, striker yang berasal dari Barcelona, menjadi pencetak gol pertama pada menit ke-18. Pemain asal Spanyol ini berhasil mencetak gol setelah mendapatkan umpan sundulan Wesley Fofana di kotak penalti. Guiu sempat menjadi pencetak gol termuda Chelsea di Liga Champions dengan usia 19 tahun dan 291 hari. Namun, rekor ini hanya bertahan selama 33 menit.
Estevao Willian, winger asal Brasil, kemudian memecahkan rekor tersebut pada akhir babak pertama. Ia mencetak gol keempat Chelsea melalui tendangan penalti. Estevao harus berterima kasih kepada kapten Enzo Fernandez, yang memberikan kesempatan sebagai algojo. Eksekusi Estevao pun berjalan mulus ke pojok kanan atas gawang Ajax. Dengan demikian, rekor termuda diambil alih oleh pemain muda ini dengan usia 18 tahun, 5 bulan, dan 29 hari.
Di Piala Dunia U-17 2023, Guiu dan Estevao menjadi bintang yang diharapkan bisa menonjol. Namun, kiprah mereka terhenti di perempat final. Guiu bersama timnas U-17 Spanyol kalah 0-1 dari Jerman, sedangkan Estevao gagal menghindarkan Brasil dari kekalahan telak 0-3 melawan Argentina. Di turnamen tersebut, Estevao lebih tajam dengan catatan 3 gol, sementara Guiu mencetak 2 gol.
Dua tahun kemudian, dengan kekompakan dalam mencetak gol ke gawang Ajax, Guiu dan Estevao berhasil mencatatkan torehan pertamanya di Liga Champions. Di babak kedua, Tyrique George, salah satu wonderkid lain The Blues, juga mencatatkan nama di papan skor. Tembakan kaki kirinya berhasil menyarangkan gol kelima bagi tuan rumah. George menuntaskan umpan back-heel Andrey Santos, yang masih sempat memberikan bola sembari dijepit dua pemain lawan.
George, yang hanya lebih muda sebulan dari Guiu, berhasil menggeser rekan satu timnya menjadi pencetak gol termuda kedua di Liga Champions untuk klubnya. Selain dari Guiu, Fernandez, Estevao, dan George, gol Chelsea juga diciptakan oleh gelandang mahal Moises Caicedo pada menit ke-27.
Seluruh gol tuan rumah terjadi setelah Ajax Amsterdam bermain dengan 10 orang sejak menit ke-17 akibat kartu merah Kenneth Taylor. Hasil impresif ini membawa Chelsea ke peringkat 11. Klub juara dunia ini mengoleksi enam poin dari dua pertandingan, tetapi masih berada di luar zona aman untuk lolos fase gugur tanpa play-off.
















