Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Bapak Erick Thohir, secara aktif memberikan suntikan semangat dan motivasi kepada para atlet yang tengah berjuang di ajang SEA Games 2025 yang diselenggarakan di Thailand. Kunjungan Menpora Erick kali ini difokuskan pada cabang olahraga pencak silat, yang bertempat di Impact Arena, Bangkok, pada Sabtu pagi, 13 Desember.
Setibanya di lokasi, Menpora Erick disambut hangat oleh para pelatih dan atlet yang akan segera berlaga. Beliau menyalami satu per satu, memberikan dukungan moral yang sangat berarti bagi para pesilat kebanggaan bangsa. Semangat ini diberikan secara khusus mengingat pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga unggulan yang memiliki potensi besar untuk menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Prestasi gemilang di SEA Games Kamboja sebelumnya, di mana Indonesia berhasil menjadi juara umum, menjadi bukti nyata kekuatan cabang olahraga ini.
Menpora Erick juga berkesempatan menyaksikan langsung pertandingan krusial di nomor seni tunggal putra, di mana pesilat Indonesia, Syarif Hidayatullah, berhadapan dengan lawannya dari Brunei Darussalam. Selain itu, beliau juga menyaksikan aksi tim seni beregu putra Indonesia yang bertanding melawan kontingen Malaysia.
“Pagi ini saya mengunjungi pertandingan pencak silat, bertemu dengan para pesilat kebanggaan kita dan menyaksikan langsung mereka bertanding. Saya apresiasi persiapan para pesilat kita yang sangat matang dan hasilnya terlihat tadi aksi mereka di arena mengundang decak kagum para penonton,” ujar Menpora Erick, penuh kekaguman terhadap penampilan para atlet.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Ketua Umum PB IPSI, Bapak Prabowo Subianto. “Tentunya ini tak lepas dari dukungan penuh Ketua Umum PB IPSI, Bapak Prabowo Subianto yang selalu berpesan kepada para atlet agar fokus dan serius mempersiapkan diri mewakili bangsa di SEA Games kali ini. Kita optimistis potensi emas dari pencak silat bisa terwujud,” tegas Menpora Erick.
Prestasi Gemilang Pencak Silat di Kancah Internasional
Pencak silat, menurut Menpora Erick, memiliki rekam jejak prestasi yang luar biasa di tingkat internasional. Sebagai contoh nyata, ketika Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 2018, cabang olahraga pencak silat berhasil mendominasi perolehan medali emas dan menempatkan Indonesia sebagai juara umum. Hal ini menunjukkan bahwa pencak silat bukan hanya sekadar olahraga, melainkan juga sebuah warisan budaya yang membanggakan.
Upaya Kolaboratif untuk Kejayaan Pencak Silat
Ke depan, Menpora Erick menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi erat dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Kolaborasi ini bertujuan untuk terus mendorong pencak silat agar kembali dipertandingkan di ajang Asian Games.
“Semangat para pesilat luar biasa untuk mempertahankan tradisi juara umum di SEA GAMES seperti pada penyelenggaraan sebelumnya di Kamboja. Pencak silat ini lebih dari sekedar cabang olahraga, ini adalah nilai budaya asli Indonesia dan kebangaan bangsa,” ujar Menpora Erick, menekankan nilai historis dan budaya dari pencak silat.
Beliau juga menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama PB IPSI sedang berupaya keras agar cabang pencak silat kembali masuk dalam daftar pertandingan Asian Games. Terakhir kali pencak silat dipertandingkan di pesta olahraga terbesar se-Asia ini adalah pada tahun 2018.
“Saat ini Kemenpora bersama PB IPSI sedang mengupayakan cabang pencak silat kembali dipertandingkan di Asian Games, setelah terakhir kali dipertandingkan di multi event se-asia ini pada 2018 lalu. Mohon dukungannya untuk rakyat Indonesia, kita akan bawa pencak silat mendunia,” pungkas Menpora Erick, menutup pernyataannya dengan optimisme dan permohonan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia.
Upaya ini menunjukkan betapa pentingnya pencak silat bagi Indonesia, tidak hanya sebagai ajang pembuktian prestasi atlet, tetapi juga sebagai representasi kekayaan budaya bangsa di kancah global. Dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, federasi, dan masyarakat, akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita membawa pencak silat mendunia.

















