Status Gunung Marapi Masih Level II
Erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi dini hari tadi tidak mengubah status gunung tersebut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Gunung Marapi pada status level II atau waspada. Meski begitu, masyarakat diminta untuk tetap memperhatikan anjuran dari petugas dan pemerintah.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, status level II menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di atas batas normal. Hal ini terlihat melalui gejala visual maupun instrumental seperti meningkatnya aktivitas seismik dan munculnya kejadian vulkanik.
Potensi Bahaya yang Masih Ada
Meskipun erupsi besar tidak diperkirakan terjadi dalam waktu dekat, potensi bahaya lokal seperti ancaman gas beracun di sekitar pusat erupsi tetap ada. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi larangan masuk ke zona berbahaya yang telah ditetapkan.
Abdul Muhari menyampaikan bahwa masyarakat, pendaki, dan wisatawan Gunung Marapi tidak boleh memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yaitu Kawah Verbeek. Selain itu, masyarakat di sekitar lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lahar, terutama saat hujan turun.
Pentingnya Mengikuti Arahan Pemerintah
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, mereka harus terus mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat seperti BPBD dan PVMBG.
BNPB memastikan bahwa beberapa pemerintah daerah seperti Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam terus berkoordinasi dengan Badan Geologi dan BNPB untuk mendapatkan arahan dan dukungan terkait penanganan dampak bencana erupsi gunung api.
Detail Erupsi Gunung Marapi
Sebelumnya, Gunung Marapi mengalami erupsi sekitar pukul 03.52 WIB dini hari tadi. Berdasarkan catatan instrumen yang dirilis oleh PVMBG, erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 11 detik. Abu vulkanik pasca erupsi terdistribusi ke arah timur laut dan sebagian teramati jatuh di wilayah Batu Palano.
Rekomendasi dan Tindakan Pencegahan
Selain itu, masyarakat di sekitar area rawan erupsi disarankan untuk selalu memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui sumber resmi. Jika terjadi perubahan kondisi, masyarakat harus siap mengambil tindakan sesuai rekomendasi dari instansi terkait.
Pemerintah dan lembaga mitigasi bencana juga terus memperkuat koordinasi antar daerah agar bisa merespons secara cepat dan efektif jika terjadi perubahan kondisi Gunung Marapi. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan masyarakat dan mengurangi risiko bencana.
Dengan demikian, meskipun status Gunung Marapi masih level II, masyarakat tetap perlu waspada dan mengikuti arahan pemerintah serta instansi teknis terkait. Dengan kewaspadaan yang tinggi, risiko bahaya dari erupsi bisa diminimalkan.

















