Berita Olahraga

Festival KORMI HST: 1.073 Peserta Ramaikan Semarak Olahraga Rekreasi

×

Festival KORMI HST: 1.073 Peserta Ramaikan Semarak Olahraga Rekreasi

Sebarkan artikel ini

Festival Olahraga KORMI HST Menyala 2025: Menghidupkan Kembali Warisan Budaya Lokal Melalui Semangat Rekreasi

Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) baru-baru ini menjadi saksi bisu dari gelaran akbar yang memadukan semangat olahraga dan kelestarian budaya. Festival Olahraga KORMI HST Menyala Tahun 2025, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-66 Kabupaten HST, berhasil menarik perhatian dan partisipasi antusias dari masyarakat setempat. Acara ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sebuah platform penting untuk melestarikan olahraga tradisional khas Banua, memastikan warisan budaya ini tetap hidup dan relevan bagi generasi penerus.

Panggung utama festival yang bertempat di halaman Kantor Bupati HST pada Sabtu, 13 Desember 2025, dipenuhi dengan berbagai perlombaan olahraga rekreasi yang unik dan penuh warna. Kehadiran berbagai cabang olahraga tradisional menjadi magnet utama yang memukau para pengunjung. Di antara permainan yang paling banyak mencuri perhatian adalah:

  • Bahadang: Sebuah permainan ketangkasan yang menguji keseimbangan dan kekuatan.
  • Lari Balok: Lomba lari yang menggunakan balok kayu sebagai alat bantu, menuntut koordinasi dan kecepatan.
  • Ketapel: Permainan tradisional yang mengasah ketepatan sasaran.
  • Bakuntau: Seni bela diri tradisional yang sarat dengan gerakan dinamis.
  • Balogo: Permainan strategi yang menggunakan alat bernama “logo” yang terbuat dari kayu.
Baca Juga :  Tiket Final SEA Games 2025 Diraih: Alwi Farhan Dominasi Tunggal Putra Malaysia

Tidak hanya berfokus pada olahraga tradisional, festival ini juga membuka ruang bagi ragam kompetisi lain yang turut memeriahkan suasana. Lomba senam kreasi menampilkan kreativitas dan kebugaran peserta, sementara lomba sepeda lambat ontel menguji kesabaran dan kontrol diri. Aksi baris-berbaris menunjukkan kedisiplinan dan kekompakan, dan kompetisi tenis lapangan untuk kelompok usia 45 tahun ke atas membuktikan bahwa semangat olahraga tidak mengenal batas usia.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten HST, Ramadlan, menjelaskan visi di balik penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, Festival KORMI dirancang sebagai wadah aktualisasi diri bagi masyarakat melalui olahraga, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga eksistensi olahraga tradisional. “Melalui festival ini, kami ingin memastikan bahwa olahraga tradisional tidak hanya sekadar dipertandingkan, tetapi juga diperkenalkan kembali kepada generasi muda. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Banua,” ungkap Ramadlan.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari jumlah peserta yang membludak. Tercatat, total peserta yang berpartisipasi dalam berbagai lomba mencapai 1.073 orang. Angka ini berasal dari berbagai lapisan usia dan berbagai komunitas olahraga yang ada di Kabupaten HST. Keberhasilan penyelenggaraan acara ini juga tidak lepas dari peran penting para pendukungnya. Sebanyak 225 orang panitia, juri, dan wasit yang berasal dari unsur KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia), Inorga (Induk Organisasi Olahraga), Jenor (Jejaring Olahraga Rekreasi), serta berbagai komunitas olahraga di Kabupaten HST, bekerja keras demi kelancaran acara.

Baca Juga :  Kunci & Lirik Sewates Gandrung: Manis Esemmu Kaya Madu

Ramadlan menambahkan, tingginya angka partisipasi masyarakat menjadi bukti nyata bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat yang istimewa di tengah dinamika kehidupan sosial modern. “Selain sebagai sarana untuk menjaga kebugaran fisik, perlombaan-perlombaan ini juga berfungsi sebagai media yang efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menumbuhkan rasa cinta yang mendalam terhadap warisan budaya lokal yang kita miliki,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ramadlan menyatakan harapannya agar Festival Olahraga KORMI HST Menyala 2025 ini dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. Ia berharap festival ini tidak hanya terus mengembangkan olahraga masyarakat, tetapi juga mampu mendorong olahraga tradisional Banua agar semakin lestari, kuat, dan berdaya saing, bahkan hingga ke jenjang provinsi dan nasional. Semangat kebersamaan dan kecintaan pada budaya lokal yang terpancar dari festival ini menjadi modal berharga untuk masa depan olahraga di Hulu Sungai Tengah.