Berita

Film Getih Anak Jadi Riba, Produser Buka Suara Soal Perubahan Judul

×

Film Getih Anak Jadi Riba, Produser Buka Suara Soal Perubahan Judul

Sebarkan artikel ini

Perubahan Judul Film “Getih Anak” Menjadi “Riba”

Film horor yang sebelumnya berjudul Getih Anak secara resmi mengubah judulnya menjadi Riba. Pengumuman ini dilakukan oleh produser film, Titin Suryani, yang menjelaskan alasan utama perubahan tersebut. Menurutnya, perubahan judul terkait dengan alur cerita yang ingin disampaikan oleh tim produksi.

Film yang digarap oleh sutradara Adhe Dharmastriya ini mengangkat isu sosial yang sering muncul di tengah masyarakat Indonesia. Tidak hanya menampilkan teror hantu atau jumpscare, film ini juga menyajikan ketakutan yang berasal dari rasa bersalah dan keputusan fatal yang diambil oleh salah satu karakter dalam cerita.

“Kami ingin penonton film Indonesia merasakan horor yang tidak hanya datang dari sosok makhluk gaib, tetapi juga dari dosa dan karma yang tak terhindarkan,” ujar Titin saat berbicara di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Baca Juga :  Ingin Punya Teman: Keinginan Sederhana Timothy Anugerah Sebelum Lompat dari Gedung FISIP UNUD

Adhe Dharmastriya, sutradara film tersebut, juga menyampaikan bahwa perubahan judul dilakukan untuk lebih sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dalam film. Ia menjelaskan bahwa judul Riba memiliki makna yang dalam, yaitu berkaitan dengan rasa bersalah, dosa, dan konsekuensi yang tidak bisa dihindari.

Keterlibatan Ibrahim Risyad dalam Film

Ibrahim Risyad turut serta dalam film Riba sebagai pemeran utama yang memerankan karakter Sugi, seorang pengepul tembakau. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi bukanlah dalam proses pendalaman karakter, melainkan dalam menjalani proses syuting di tengah bulan puasa.

“Tujuh hari pertama kita syuting pas puasa. Satu scene bisa 6 jam, panas-panasan sampai siang bolong. Capek banget, tapi seru,” kata Ibrahim.

Sinopsis Film Riba

Film Riba menceritakan tentang rumah tangga Rohma (diperankan oleh Fanny Ghasani) dan Sugi yang sedang menghadapi tekanan ekonomi. Kondisi tersebut memaksa mereka untuk mengambil keputusan yang akhirnya memicu teror supernatural.

Baca Juga :  BP Batam Gelar Anugerah Investasi 2024

Cerita ini diangkat oleh rumah produksi Verona Films dan akan tayang di bioskop lokal pada 4 Desember mendatang. Dengan alur cerita yang unik dan pesan moral yang kuat, film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman menonton yang berbeda bagi penonton.

Pesan yang Disampaikan

Film Riba tidak hanya sekadar menyajikan adegan horor biasa, tetapi juga ingin menyentuh hati penonton dengan pesan-pesan yang dalam. Dari rasa bersalah hingga konsekuensi dari tindakan seseorang, semua elemen ini dikemas dalam sebuah kisah yang menarik dan penuh makna.

Dengan perubahan judul yang dilakukan, diharapkan film ini dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat dan menunjukkan bahwa horor tidak selalu harus mengandalkan efek visual semata, tetapi juga bisa berasal dari emosi dan pikiran manusia.