KUPANG – Dalam rangka memperingati HUT Kota Kupang ke-138 dan Hari Jadi sebagai Daerah Otonom ke-28, Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan R.J.H Manurung, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang sudah banyak membantu masyarakat dan membantu pihaknya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga pihaknya dapat melindungi dan melayani masyarakat lebih Komprehensif.
Selain itu beliau juga mengucapkan selamat Ulang Tahun kepada Kota Kupang yang ke-138, menurutnya ini merupakan usia yang sangat senior dan sangat dewasa yang menunjukkan bahwa Kota Kupang sudah ada sejak jaman dahulu dan hingga kini perkembangannya cukup signifikan.
“Disaat masyarakat dapat merasakan keamanan dan nyaman dalam melakukan aktivitas, tentu ini merupakan suatu modal dasar agar suatu Kota dapat berkembang dan menjadi kota yang lebih maju” Ungkapnya.
Dirinya juga berharap kedepan Kota Kupang akan menjadi lebih baik dan standarisasi Kota Kupang akan sama dan bahkan lebih dari Kota-kota Lain, sehingga masyarakat baik dari luar maupun dalam bisa berinovasi dan berkreasi serta dapat memberikan suatu perubahan yang bermanfaat bagi Kota Kupang.
Ungkapan tersebut disampaikan Kepada wartawan media ini, saat menghadiri pembukaan kegiatan Koepan Festival Tahun 2024, yang berlangsung di Alun-alun Kota Kupang, Senin 22/4/24 Sore.
Koepan Festival Tahun 2024 kali ini mengusung tema “Local Culture is the Tourism future” (Budaya Lokal Masa Depan Pariwisata) yang digelar selama dua hari yaitu 22 April 2024 hingga 23 April 2024.
Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu Lomba tari kreasi daerah NTT, Lokal Expo, perform tari masal daerah oleh IKKEF Kota Kupang, IKADA Kota Kupang dan Atoin Meto Kota Kupang, perform alat musik sasando, perform tarian dari sanggar etnis Rote dan K2S, dan live music.
Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, saat membuka kegiatan tersebut pada Senin, 22/4/24 Sore, dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan Koepan Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang dalam rangka menyambut Hari ulang tahun Kota Kupang ke-138 dan hari jadi sebagai daerah otonom ke-28 yang jatuh pada tanggal 25 april 2024, sekaligus untuk melestarikan budaya daerah yang ada di Kota Kupang.
Menurutnya sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan penduduk multi kultural yang terdiri dari 6 kecamatan dan 51 kelurahan, Kota Kupang menjadi rumah bagi 465.637 jiwa yang berasal dari berbagai etnis atau suku yaitu Timor, Rote, Sabu, Tionghoa, Flores dan etnis nusantara lainnya yang memiliki kekuatan tersendiri bagi sektor pariwisata.
Fahrensy meminta kepada Dinas Pariwisata dan Perangkat Daerah, camat dan lurah untuk ikut mendukung dan bersinergi dengan berbagai pihak terkait memajukan pariwisata Kota Kupang yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyakat.
Lebih lanjut dikatakan sudah saatnya semua pihak bersatu padu dalam kolaborasi untuk mengerahkan sumber daya yang ada dengan menggali potensi budaya lokal agar meningkatkan daya tarik wisata Kota Kupang sehingga tidak kalah bersaing dengan daerah lainnya.
Koepan Festival yang menampilkan berbagai aktraksi seperti tarian massal, penampilan alat musik sasando, dan lomba tari kreasi daerah NTT, Local Expo dan Live Music menurutnya merupakan bukti bahwa ragam budaya yang dimiliki dapat dioptimalkan untuk menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara, serta meningkatkan pendapatan bagi para pelaku ekonomi kreatif (UMKM) yang ada di Kota Kupang.
Selain itu, Penyelenggaraan Koepan Festival diharapkan dapat semakin meningkatkan partisipasi anak- anak muda untuk ikut menjaga kelestrarian budaya dan adat istiadat tradisional daerah, sehingga event seperti ini perlu terus digelar secara rutin untuk mempromosikan seni budaya NTT secara luas.
Fahrensy juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang ikut mendukung Koepan Festival yang akan dilaksanakan selama dua hari. “Semoga melalui penyelenggaraan Koepan Festival 2024 ini ataupun event-event pariwisata yang akan datang, semakin menumbuhkan rasa cinta budaya daerah yang ada di Kota Kupang sekaligus memberikan edukasi budaya daerah NTT yang ada di Kota Kupang bagi masyarakat khusunya anak muda atau milenial,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan R.J.H, Forkompimda Tingkat Kota Kupang, Kepala Konsulat Timor Leste, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Direktur Kredit Bank NTT, para Asisten Sekda Kota Kupang, Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Camat dan Lurah se-Kota Kupang, Ketua Persatuan Atoin Meto Kota Kupang, Perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana Kupang, Ikatan Keluarga Ngada, Ikatan Keluarga Ende, K2S, Ikatan Keluarga Rote, dan para sponsor.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Margaritha Salean, dalam laporan panitia menyampaikan pelestarian budaya adalah upaya untuk mempertahankan nilai-nilai seni budaya, nilai tradisional dengan mengembangkan perwujudan yang bersifat dinamis, luwes dan selektif, serta menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah dan berkembang.
Salah satu tujuan diadakannya pelestarian budaya adalah juga untuk melakukan revitalisasi atau penguatan budaya. Koepan Festival yang merupakan festival budaya merupakan salah satu sarana komunikasi penting yang dapat digunakan sebagai media pelestarian budaya.
Tujuan diadakan Koepan Festival 2024 ini menurutnya untuk melestarikan serta mempromosikan adat serta budaya daerah yang ada di Kota Kupang dan mengajak masyarakat untuk mencintai dan melestarikan adat serta budaya daerah yang ada di Kota Kupang, serta untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Peserta yang hadir dalam Koepan Festival yaitu sanggar tari yang ada di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabiupaten TTS, pelaku ekonomi kreatif, Ikatan Keluarga Ngada, Ikatan Keluarga Kabupaten Ende Flores, Atoin Meto Koepan, dan pelaku seni dan budaya Kota Kupang. (Marcho)

















