Lokal

Harga Cabai Keriting Lubuklinggau Anjlok Jadi Rp35 Ribu Awal Februari 2026

×

Harga Cabai Keriting Lubuklinggau Anjlok Jadi Rp35 Ribu Awal Februari 2026

Sebarkan artikel ini

Kabar Gembira di Lubuklinggau: Harga Cabai Merah Keriting Anjlok, Stok Melimpah

Lubuklinggau – Awal Februari 2026 membawa kabar baik bagi masyarakat Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, khususnya para ibu rumah tangga. Harga cabai merah keriting dilaporkan mengalami penurunan drastis, kini bertengger di angka Rp 35 ribu per kilogram. Penurunan ini terasa signifikan jika dibandingkan dengan dua pekan sebelumnya, di mana harga komoditas pedas ini masih menyentuh angka Rp 80 ribu per kilogram.

Fenomena penurunan harga ini tidak terjadi begitu saja. Melimpahnya stok cabai merah keriting di tingkat petani menjadi faktor utama yang mendorong anjloknya harga. Musim penghujan yang sedang berlangsung, ditambah dengan panen yang serentak di berbagai wilayah petani, membuat pasokan cabai melimpah ruah. Kondisi ini disambut baik oleh para pedagang yang mengaku lebih mudah mendapatkan pasokan langsung dari petani.

“Stoknya lagi banyak, jadi harganya murah. Panen sekarang ini hampir serentak,” ujar Boy, seorang pedagang cabai di Pasar Inpres Lubuklinggau, Minggu (1/2/2026). Ia menambahkan bahwa pasokan cabai merah keriting banyak didatangkan dari daerah Curup, Rejang Lebong, Bengkulu.

Meskipun harga cabai merah keriting turun drastis, pedagang mengaku tidak berani untuk menyetok dalam jumlah besar. Kerentanan terhadap pembusukan menjadi alasan utama. “Sehari saja kalau tidak laku, banyak sekali yang harus dibuang, karena cabai musim penghujan ini paling lama bertahan 3 hari,” jelas Boy. Kondisi ini memaksa para petani untuk menjual hasil panen mereka dengan harga berapapun demi menghindari kerugian yang lebih besar akibat busuk.

Baca Juga :  Ikut Kejurda Jabar, 2 atlet terjun payung jatuh ke laut Pangandaran, 1 meninggal usia 64 tahun

Sementara itu, komoditas cabai lainnya menunjukkan stabilitas harga. Cabai rawit tetap bertahan di harga Rp 60 ribu per kilogram, sama seperti harga sebelumnya. Cabai setan pun turut stabil di angka Rp 50 ribu per kilogram.

Perbandingan Harga Komoditas Lainnya di Pasar Lubuklinggau:

  • Bawang Merah: Rp 40 ribu per kilogram
  • Bawang Putih: Rp 35 ribu per kilogram
  • Ayam Potong: Rp 38 ribu per kilogram (stabil)
  • Telur: Rp 56 ribu per karpet

Analisis Harga dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) Kota Lubuklinggau, Meidhioline, memberikan pandangan terkait fluktuasi harga komoditas di pasaran. Ia mengakui bahwa beberapa komoditas memang mengalami kenaikan harga, yang sebagian besar dipengaruhi oleh situasi cuaca musim penghujan.

“Ada harga yang naik karena situasi cuaca, terutama yang sangat terganggu oleh musim penghujan. Namun, ada juga yang turun seperti cabai merah keriting karena stok di petani cukup banyak, meskipun cuaca sekarang musim penghujan,” jelas Meidhioline. Ia menambahkan bahwa panen yang serentak menjadi penyeimbang yang membuat harga cabai merah keriting menjadi lebih terjangkau.

Baca Juga :  Gemini Februari 2026: Keuangan Mengejutkan, Karier Stabil, Asmara Menguat

Untuk komoditas bawang merah dan bawang putih, harganya dilaporkan masih tinggi. Pasokan kedua komoditas ini sebagian besar berasal dari luar daerah, yaitu Padang dan Jawa Tengah (Brebes). Ketergantungan pada pasokan dari luar ini membuat harganya rentan terhadap kenaikan akibat faktor logistik dan ketersediaan di daerah asal.

Harga telur juga terpantau masih tinggi. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan yang datang dari daerah-daerah yang terkena bencana alam. Kebutuhan mendesak akan pasokan pangan di wilayah terdampak bencana secara otomatis meningkatkan permintaan telur di pasaran.

Berbeda dengan cabai dan telur, harga ayam potong justru mengalami sedikit penurunan. Penurunan ini dipicu oleh menurunnya permintaan dari masyarakat. Setelah periode perayaan atau momen tertentu, biasanya permintaan akan kembali normal atau bahkan menurun, yang berdampak pada harga jual ayam potong.

Secara keseluruhan, Meidhioline menyimpulkan bahwa harga komoditas di awal tahun 2026 ini masih tergolong cukup stabil, meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. “Jadi bisa dikatakan untuk harga sekarang masih cukup stabil walaupun ada kenaikan karena di awal tahun,” pungkasnya. Stabilitas ini merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berinteraksi, mulai dari kondisi cuaca, ketersediaan stok, hingga pola permintaan dan pasokan dari berbagai daerah.