Berita

Heryanto Bunuh Karyawan Minimarket Usai Terima Pinjaman, Ayah Bongkar Tujuan Lain: Bukan Cari Untung

×

Heryanto Bunuh Karyawan Minimarket Usai Terima Pinjaman, Ayah Bongkar Tujuan Lain: Bukan Cari Untung

Sebarkan artikel ini

Jakarta, – Heryanto (27), seorang pria yang kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Dina Oktaviani (21), memiliki latar belakang kehidupan yang penuh tantangan. Ia tinggal di Kampung Pasir Oa, Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Heryanto memiliki tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia juga telah menikah dan memiliki seorang anak balita.

Sebelum terlibat dalam kasus ini, Heryanto pernah bekerja sebagai kepala toko di Alfamart Rest Area Km 72 Tol Cipularang, Purwakarta. Namun, meski memiliki pekerjaan tersebut, ia ternyata mengalami masalah keuangan. Di tempat kerja sebelumnya, Heryanto pernah dipecat karena diminta bertanggung jawab atas keuangan pekerjaan. Menurut pengakuan ayahnya, Karsa, Heryanto sering mengalami kesulitan finansial. Bahkan, gaji yang ia terima justru habis untuk membayar utang-utangnya.

Motif Pembunuhan yang Terkait dengan Kebutuhan Ekonomi

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Nazal Fawwaz menjelaskan bahwa motif pembunuhan Dina Oktaviani adalah kebutuhan ekonomi yang mendesak. Menurutnya, Heryanto melakukan aksi sadis tersebut karena terdesak kondisi keuangan keluarganya. Hal ini dibuktikan oleh pernyataan Heryanto sendiri, yang mengakui bahwa ia memang menerima uang sebesar Rp 1,5 juta dari Dina Oktaviani.

Baca Juga :  Cek Fakta Perihal Ketua KMP Sei Enam Rangkap Jabatan

Menurut keterangan Yayah, ibu korban, Heryanto sempat meminjam uang kepada anaknya. Ia datang ke rumah Dina dan meminta uang sebesar Rp 1,5 juta. Saat itu, Dina sudah berencana mentransfer uang tersebut, namun Heryanto justru langsung melakukan aksi yang tidak terduga. Ia mencekik Dina hingga tewas, lalu menyetubuhi jasad korban. Selain itu, Heryanto juga merampas dua handphone milik Dina, motor, serta perhiasan seperti kalung, cincin, dan anting.

Perhiasan yang dirampas tersebut kemudian dijual senilai Rp 4 juta, sedangkan handphone dan motor dititipkan ke temannya bernama Otoy.

Keluarga Heryanto Mengakui Kondisi Ekonomi yang Sulit

Ayah Heryanto, Karsa, mengakui bahwa kondisi keuangan keluarganya sangat sulit. Ia menyatakan bahwa sebagai orang tua, ia tidak bisa memberikan bantuan lebih kepada anaknya. Menurutnya, Heryanto memang mengalami masalah keuangan, dan hal ini sudah terjadi sejak dulu.

Baca Juga :  Sekwan DPRD Batam Terima Kunjungan Studi Lapangan Peserta PKA Provinsi Sumatera Selatan

Selain itu, Karsa juga mengungkap rencana Heryanto untuk meminjam uang dari bank BRI. Meskipun demikian, ia hanya memberikan nasihat agar Heryanto mempertimbangkan kemampuan finansialnya. “Kalau memang terjangkau oleh hasil kerja dia, sisa makan dia, silahkan. Kalau gak, jangan memaksakan takut nantinya gak kebayar,” katanya.

Rekam Jejak Heryanto yang Menjadi Peringatan

Heryanto bukanlah orang yang baru kali ini menghadapi masalah keuangan. Di tempat kerjanya sebelumnya, ia pernah tersandung kasus keuangan yang membuatnya harus meninggalkan pekerjaan. Menurut Karsa, Heryanto sering kali mengalami kerugian finansial, sehingga harus bertanggung jawab atas kekurangan tersebut.

Bahkan, gaji yang ia terima justru digunakan untuk membayar utang-utangnya. “Bukan cari untung malah gaji sehari-hari juga dipakai itu,” ujarnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang penuh tantangan dan rekam jejak keuangan yang buruk, kasus pembunuhan Dina Oktaviani menjadi sebuah peringatan akan pentingnya manajemen keuangan yang baik. Heryanto, yang awalnya hanya membutuhkan uang untuk kebutuhan keluarga, justru melangkah ke jalur yang sangat berbahaya.