
Alreinamedia. Batam. (8/8/2019). Pria asal Malaysia Hong Koon alias Kelvin, korban penganiayaan oleh seorang pengusaha ini adalah berstatus DPO, dijelaskan oleh kuasa hukum Amat Tantoso. Kamis (8/8/2019).
Selanjutnya jelas Timin bahwa Kelvin belakangan dikabarkan pesta pora setelah berhasil menipu pengusaha Paulus Amat Tantoso senilai Rp. 30 miliar.
Kelvin, menguras kekayaaan Amat Tantoso yang diperkirakan hasil usahanya dari bisnis valutas asing selama 20 tahun belakangan.
Bahkan belum lama ini, pada tanggal 6 Juli, 2019, Kelvin menggelar pernikahan dengan seorang gadis muda. Kelvin juga terlihat menaiki sebuah mobil mewah Ferrari dan memposting perhiasan mahal lainnya.
Oleh Jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Barelang Kelvin, di tetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dilaporkan dalam kasus dugaan penggelapan dan penipuan oleh Paulus Amat Tantoso.
Paulus Amat Tantoso, mengetahui penipuan tersebut, setelah uang tunai di perusahaan money changernya berkurang dab ia pun memeriksa pembukuan dan ia baru menyadari uang miliknya sejumlah Rp 30 miliar berpindah tangan ke Kelvin.
Dalam Penipuan tersebut, orang kepercayaan Paulus Amat Tantoso, Mina ternyata juga terlibat dalam penipuan ini dan diduga menyerahkan uang tersebut kepada Kelvin, yang tidak lain rekan bisnis.
Menurut Mina, ia mendapat laporan bahwa Kelvin, yang berusaha membayar utang dengan cek senilai Rp 7 miliar. Ternyata cek tersebut pun tidak bisa dicairkan karena belum ditandatangani Kelvin. Kelvin berusaha memperdaya Amat Tantoso. Itu pula yang membuat Amat naik pitam dan menganiaya Kelvin dengan sebilah pisau sangkur pada 10 April 2019 lalu di Harbour Bay, Jodoh, Batam, Kepulauan Riau.
Menurut Pengacara Paulus Amat Tantoso, Dia menikah 11 juli 2019 dengan beli mobil mewah dan hadiahi kristas, perhiasan kepada setiap tamu di acara wedding.
Dikatakannya dari awal kliennya tidak ada rencana menikam (Kelvin), jika direncanakan mungkin bahwa isteri Kliennya ke TKP.
Lanjutnya jika Cek Rp. 7 Milyar yang diberikan melalui Mina, yang tanpa tanda tangan itu setelah kliennya bertanya ke Bank, rekeningnya sudah ditutup sejak tahun 2017. (Ramadan)
















