BeritaBintan

IBI Bintan : Tantangan & Asa Profesi Bidan

×

IBI Bintan : Tantangan & Asa Profesi Bidan

Sebarkan artikel ini
Ket Foto : Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bintan, Sapriyanti, S.Tr.Keb.

Alreinamedia.com – Bintan, Pada beberapa hari yang lalu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bintan, Sapriyanti, S.Tr.Keb sempat memperkenalkan diri yakni riwayat pendidikan Tamat D1 Bidan tahun 1999, D3 Kebidanan 2014, D4 kebidanan 2021. Dan Saat Ini sedang melanjutkan kuliah Profesi Bidan.

Keanggotaan IBI 1999-2011 sebagai anggota, 2008-2013 sekretaris Ranting Kijang , 2013-2018 masuk ke pengurusan IBI Cabang Bintan sebagai Tata Usaha & rumah tangga di bawah sekretaris.

Terpilih sebagai Ketua IBI Cabang Bintan melalui mudian, Pada Muscab langsung dipilih oleh anggota. Dilantik 13 Januari 2022 dimana seharusnya periode 2018-2023 namun dikarenakan adanya keterlambatan dari pusat, PD serta kondisi covid-19 sehingga terjadi keterlambatan. Untuk Muscab berikutnya InsyaAllah akan dilaksanakan akhir tahun ini.

” Sebagai Ketua tanggung jawab utama saya adalah memimpin organisasi bidan meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan serta mendukung para bidan dalam praktik sehari-hari. Ini merupakan amanah berat bagi saya dimana harus bertanggungjawab atas semua yang terjadi menyangkut peran bidan, Mulai dari etika adanya konflik juga masalah dalam pelayanan kebidanan, ” Ujarnya kepada awak media tadi malam.

Masih sambungnya di wilayah Kabupaten Bintan dilakukan monitoring terkait STR, SIP & izin praktek. Melaksanakan pembinaan secara online/offline, Pembinaan secara langsung dilakukan minimal 1 tahun sekali dengan bertemu seluruh anggota hingga mendatangi setiap ranting sampai ke Kecamatan Tambelan.

Baca Juga :  Ikatan Pelajar Al Washliyah Kabupaten Asahan Bersilaturahmi dengan Pemkab.Asahan

” Pembahasan mulai dari masalah atau kendala yang dialami ranting dan kami memberikan cara atau solusi. Selain itu, Pihaknya buat pemeriksaan terkait tertib administrasi maupun pelaksanaan kegiatan yang telah berjalan. Diharapkan seluruh bidan Menjaga nama baik karena semua gerak gerik bidan diperhatikan orang banyak dan dapat menahan untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar etika. ” Ungkapnya lagi semalam.

Ditambahkannya bahwa Bidan muda masih butuh banyak dibimbing diajarkan untuk skill dan pengalaman. untuk para Senior harus dirangkul dan tetap diperhatikan update ilmu juga aspek regulasi. Peningkatan kualitas SDM dengan melanjutkan pendidikan dimana jumlah 309 bidan masih harus melanjutkan kuliah dari D3 ke S1 dan Profesi.

Pada Tahun 2028 Praktek Mandiri Bidan wajib sudah profesi, Untuk itu Kementrian sudah menunjuk kampus untuk pelaksanaan RPL (Rekognisi Pelajaran Lampau) dimana adanya perbedaan dengan kuliah reguler yang waktunya lebih singkat tapi tidak mengurangi kualitas.

IBI melakukan koordinasi terkait pelatihan yang dibutuhkan sehingga dapat meningkatkan skill para bidan. Upaya IBI dalam peningkatan skill antara lain memfasilitasi alat peraga atau panthome manekin praktek persalinan dan resusitasi. Turut bekerja sama dengan DP3KB & BKKBN berkenaan pelatihan Contrasepsi Teckhnology Update (Pemasangan KB terutama skill pelayanan KB implant & IUD).

Baca Juga :  PPPK BGN 2025 Tahap 2: Panduan Lengkap Pendaftaran!

Adanya perubahan metode pembelajaran dan cara belajar. Kekuatan mental juga rasa tanggungjawab jauh berbeda terhadap cara belajar orang-orang dulu. Maka, Sebagai fungsi pendidik harus tetap mengajarkan, Mengingatkan dan membimbing para bidan muda yang baru selesai pendidikan. Biasanya Dinkes melakukan uji kompetensi sebelum para bidan baru terjun ke lapangan dan dimagangkan di RSUD atau PMB.

” Bidan adalah sahabat para wanita dengan siklus kehidupan, Mulai dari calon pengantin, Menikah dan hamil, Bayi, balita, Anak prasekolah, Usia sekolah, Remaja, dewasa & lansia ya siklus kehidupan ini akan dilayani bidan dapat kiranya masyarakat memanfaatkan bidan di Polindes, Rangkul mereka semua kegiatan, Sehingga warga merasakan manfaatnya adanya bidan dalam lingkungannya, ” Tutupnya.

Harapan pertama dirinya untuk Pemda Bintan ya dapat memperhatikan kesejahteraan para bidan dengan tetap dianggarkan tunjangan resiko medis & tunjangan daerah terpencil. Peran dan tanggung jawab bidan yang begitu besar segala resiko dialami. Bidan merupakan pejuang dalam peningkaan derajat kesehatan. Menurunkan AKI dan AKB merupakan indikator utama dalam derajat kesehatan. (Alek Juve).