Berita

Ibu Beri Nasihat Terakhir, Anak Guru ITB Tewas dalam Kecelakaan

×

Ibu Beri Nasihat Terakhir, Anak Guru ITB Tewas dalam Kecelakaan

Sebarkan artikel ini

Kecelakaan Maut di Tol Cisumdawu Merenggut Nyawa Anak Guru Besar ITB

Kecelakaan maut yang terjadi di Tol Cisumdawu, Kabupaten Sumedang, pada Senin (13/10/2025) mengakibatkan kematian seorang pemuda bernama Muhammad Isthofain Mutaaliy FH (19). Isthofain adalah putra dari Profesor Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc.Eng, yang merupakan guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB).

Isthofain meninggal dunia setelah mobil Toyota Raize nomor polisi D 1027 UBK yang dikendarainya mengalami kecelakaan serius. Mobil tersebut hangus terbakar akibat benturan yang sangat keras.

Menurut informasi yang diperoleh, Isthofain diduga gagal mengendalikan laju mobilnya saat melaju dari arah Sumedang menuju Bandung. Akibatnya, mobil menabrak rambu crash cushion (bantalan peredam benturan), sehingga kendaraan kehilangan kendali dan terlempar hingga sejauh 21 meter ke lahan kosong di pinggir jalan tol.

Peristiwa yang Menimpa Isthofain

Pada saat kejadian, Isthofain sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah menjalani perkuliahan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjajaran. Ia baru saja tiba dari luar negeri, yaitu China, pada malam sebelum kecelakaan terjadi.

Baca Juga :  DKI Jakarta Juara Umum OSN 2025 dengan 17 Emas di Malang

Seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Lina mengungkapkan bahwa Isthofain baru saja tiba dari Cina pukul 01.00 WIB, namun harus segera berangkat ke Jatinangor pukul 06.00 WIB karena ada kuliah. Ibunda Isthofain sempat merasa khawatir akan kondisi fisik putranya yang lelah setelah perjalanan panjang.

“Ibu (majikan) sempat bilang ke Isthofain, kamu enggak capek, lalu dijawab enggak bu Isthofain harus ke kampus karena ada perkuliahan,” ujar Lina menirukan ucapan ibunya.

Sosok Isthofain yang Dikenal Baik

Lina juga bercerita tentang sosok Isthofain semasa hidupnya. Ia adalah anak ketiga dari tiga bersaudara dan dikenal sebagai anak yang baik, sopan, serta rajin. Meski hanya bekerja selama setahun di rumah keluarga Isthofain, Lina mengatakan bahwa Isthofain sangat dekat dengan dirinya.

“Di antara ketiga anak-anak ibu, dek Isthofain yang dekat sekali dengan saya,” tuturnya.

Baca Juga :  Vidi Aldiano Ucapkan Terima Kasih untuk Semua Orang Saat Umumkan Rehat

Penjelasan dari Polisi

Kasatlantas Polres Sumedang, AKP Dini Kulsum Mardiani, menjelaskan bahwa kecelakaan tragis itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, mobil yang dikendarai korban melaju dari arah Sumedang menuju Bandung dengan kecepatan tinggi.

“Di lokasi kejadian, mobil hilang kendali hingga menabrak rambu crash cushion (bantalan peredam benturan),” kata AKP Dini.

Diduga karena kecepatan yang terlalu tinggi, benturan terhadap peredam tidak mampu mencegah kecelakaan. Akibatnya, mobil terlempar dan terbelah dua, dengan setengah bagian kendaraan terbakar.

Posisi akhir jenazah korban ditemukan terpisah dari bangkai kendaraan. Jenazah ditemukan di sebelah kanan kendaraan, dengan jarak sekitar 2,5 meter dari kendaraan.

Proses Penanganan Kecelakaan

Polisi telah melakukan olah TKP dan mengevakuasi seluruh bangkai kendaraan. Kejadian ini tentu menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Profesor Daryono, yang merasa terpukul dengan kehilangan Isthofain.