Berita

IHSG 15 Oktober 2025 Diprediksi Naik Tipis, Intip Rekomendasi Saham Terbaik dari MNC dan BNI Sekuritas

×

IHSG 15 Oktober 2025 Diprediksi Naik Tipis, Intip Rekomendasi Saham Terbaik dari MNC dan BNI Sekuritas

Sebarkan artikel ini

Perkembangan IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat secara terbatas pada hari Rabu, 15 Oktober 2025. Pada sesi perdagangan sebelumnya, IHSG mengalami koreksi cukup tajam, dengan penurunan sebesar 1,95% atau 160,68 poin, menutup sesi di level 8.066,52. Meskipun demikian, analisis dari beberapa lembaga sekuritas menunjukkan bahwa pasar masih memiliki peluang untuk rebound dalam jangka pendek.

Menurut MNC Sekuritas, IHSG berpotensi menguji area 8.092–8.166, meskipun kemungkinan koreksi ke 7.720–7.937 tetap terbuka untuk menutup gap yang ada. Secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam fase awal pembentukan wave (2) dari wave [3], sehingga pasar masih rawan melemah sebelum kembali ke tren kenaikan.

MNC Sekuritas juga memberikan rekomendasi level support dan resistance sebagai berikut:

  • Support: 8.022 dan 7.913
  • Resistance: 8.169 dan 8.260

Untuk perdagangan hari ini, beberapa saham direkomendasikan sebagai pilihan utama oleh MNC Sekuritas. Berikut rinciannya:

  • CDIA

    Disarankan speculative buy di kisaran Rp1.805–Rp1.925 dengan target harga Rp2.050–Rp2.130 dan batas kerugian di bawah Rp1.785.

  • ISAT

    Direkomendasikan buy on weakness di area Rp1.690–Rp1.750 dengan target harga Rp1.910–Rp2.050 dan stop loss di bawah Rp1.615.

  • JSMR

    Disarankan beli di area Rp3.740–Rp3.780 dengan target Rp3.950–Rp4.090 dan stop loss di bawah Rp3.700.

  • RATU

    Direkomendasikan beli saat melemah di kisaran Rp7.725–Rp8.350 dengan target Rp10.050–Rp11.250 dan stop loss di bawah Rp7.275.

Baca Juga :  Trans-Papua Road Construction Progresses to Increase Connectivity

Sementara itu, BNI Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran support 7.925–8.000 dan resistance 8.100–8.130 dengan potensi rebound teknikal ke 8.100. Namun, jika gagal menembus resistance kuat, IHSG berpotensi kembali terkoreksi ke area 7.800.

BNI Sekuritas juga memberikan daftar saham pilihan seperti GZCO, SCMA, BWPT, BKSL, MINA, dan HRUM untuk perdagangan hari ini. Berikut rinciannya:

  • GZCO

    Disarankan beli di area 320–336 dengan target 360–370.

  • SCMA

    Direkomendasikan di 390–400 dengan target 412–424.

  • BWPT

    Direkomendasikan beli di 140–144 dengan target 147–152.

Pergerakan Investor Asing dan Kinerja Saham

Pada perdagangan sebelumnya (14 Oktober 2025), investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,38 triliun, terutama di sektor perbankan seperti BBRI, BBCA, CDIA, BMRI, dan CUAN. Namun, saham sektor tambang dan konsumer justru diborong asing, di antaranya ANTM, NCKL, MDKA, AADI, dan JPFA.

Beberapa saham mengalami kenaikan signifikan, seperti FILM yang memimpin penguatan dengan kenaikan 13,93%, disusul ENRG, NCKL, INDY, dan JPFA. Sementara itu, RAJA, DEWA, TPIA, PGEO, dan BRPT menjadi saham dengan penurunan terdalam.

Baca Juga :  Teja Yakin Persik Bungkam Persib

Pergerakan Awal Hari Ini

IHSG dibuka menguat di awal perdagangan hari ini di level 8.093,22 atau naik 0,33%. Sektor bahan baku dan kesehatan menjadi pendorong utama penguatan indeks. Sementara sektor energi, keuangan, dan teknologi tercatat mengalami pelemahan tipis.

OSO Sekuritas turut memberikan rekomendasi saham potensial seperti MTEL, AKRA, dan CASA karena sinyal teknikal golden cross yang mengindikasikan peluang penguatan jangka pendek.

Informasi Terkini dari Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia juga mengumumkan beberapa saham yang mengalami suspend, unsuspend, dan Unusual Market Activity (UMA) sebagai bentuk perlindungan investor. Hal ini penting untuk diperhatikan oleh para pemain pasar agar tidak terjebak dalam situasi yang tidak terduga.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, investor disarankan tetap memperhatikan level support dan resistance serta mengikuti rekomendasi saham dari sekuritas terpercaya. Meski IHSG diprediksi bergerak terbatas, peluang trading jangka pendek masih terbuka bagi investor yang cermat membaca momentum pasar.