Berita UtamaDaerahNewsNTT

Inflasi Provinsi NTT 2,42 Persen Dibawah Infllasi Nasional

×

Inflasi Provinsi NTT 2,42 Persen Dibawah Infllasi Nasional

Sebarkan artikel ini
PJ Gubernur NTT Ayodhia G.L.Kalake didampingi Sekda NTT dan Prof.Dr.Aloysius liliweti dalam jumpa Pers dan Media Gathering diaula dinas komunikasi dan Informasi Prov.NTT Kota Kupang Senin (22/1/24) Foto: Marco

Alreinamedia.com-Kupang, Kondisi inflasi Provinsi Nusa tenggara Timur pada bulan Desember 2023 (YoY) adalah sebesar 2,42% (di bawah inflasi nasional 2,61%), berada dalam target rentang sasaran (3±1%). Capaian ini sangat baik jika dibandingkan dengan inflasi NTT Desember 2022 yang mencapai 6,6% (di atas inflasi nasional yang sebesar 5,4%).

Capaian ini berkat terjaganya kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok, dan sistem distribusinya terjaga, serta didukung dengan terbayarnya Tambahan Penghasilan Pegawai yang dibayar penuh selama tahun 2023 serta digunakannya dukungan dana Belanja Tak Terduga untuk membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

Hal ini disampaikan PJ Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake dalam jumpa pers dan media gathering dengan media yang diselenggarakan di Aula Dinas Komunikasi dan Informasi Prov.NTT, Oebobo, Kota Kupang, Senin 22/1/24.

PJ Gubernur menambahkan berdasarkan data tahun 2022, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial berkontribusi 12,82% terhadap Produk Domestik Regional Bruto NTT.

“Di tahun 2024, Pemprov NTT tetap berkomitmen untuk memprioritaskan pembayaran TPP dan mendorong penggunaan dana BTT secara optimal untuk pengadaan bahan pangan, gerakan pangan murah, subsidi transportasi untuk mendukung distribusi dari daerah surplus ke defisit, apabila sewaktu￾waktu dibutuhkan.” Kata PJ Gubernur.

Baca Juga :  Evans Raih Kemenangan Jaguar Pertama di Miami E-Prix

Selain itu, tingkat inflasi di 3 Kota NTT (Kupang, Waingapu, dan Maumere) sesuai standar pengukuran IHK (Indeks Harga Konsumen) mengalami inflasi YoY diantaranya Kota Kupang sebesar 2,21%, Kota Maumere sebesar 3,33% dan Kota Waingapu.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekda NTT Kosmas Damianus Lana, para asisten Pemprov NTT, pejabat eselon II dan III, kepala dinas, dan staff khusus penjabat gubernur NTT.

“Secara bulanan, 5 komoditas penyumbang utama andil inflasi di Provinsi NTT pada Bulan Desember 2023 adalah Cabe Rawit, tarif Angkutan Udara, Sawi Hijau, Sawi Putih dan Nasi dengan lauk. Sedangkan 5 komoditas penyumbang utama andil deflasi adalah Beras, Ikan Tembang, Daun Singkong, Daging Babi dan Daun kelor” ujar PJ Gubernur.

Tambahnya, Permasalahan dan kendala utama komoditas andil inflasi Provinsi NTT Tahun 2023 di antaranya adalah Beras.

Diakibatkan sebagian besar pasokan beras di Provinsi NTT masih harus didatangkan dari luar daerah seperti Sulsel, NTB, dan Jatim sehingga kondisi harga sangat tergantung pada kondisi pasokan di daerah asal, serta kondisi kemarau yang lebih panjang di tahun 2023 juga turut mempengaruhi produksi beras lokal maupun luar daerah.

Baca Juga :  Misteri Lubang di Puluhan Makam di Tasikmalaya

Selain itu Tarif Angkutan Udara. Kondisi geografis NTT yang terdiri dari kepulauan membuat penerbangan menjadi moda transportasi utama intra provinsi dan juga maskapai yang beroperasi masih terbatas dan cenderung didominasi oleh satu maskapai.

Terkait hal ini, Pemprov sedang menjajaki pembukaan beberapa jalur internasional yang diharapkan dapat menggerakkan perekonomian NTT, khususnya di sektor pariwisata.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dubes Indonesia Canberra Australia dan Konsul RI di Darwin terkait rencana pembukaan penerbangan Kupang-Darwin, yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Australia ke NTT.” Tambahnya.

“Selain itu, pihak Air Asia sudah membuka penerbangan Denpasar-Kupang. Hal ini akan menambah konektivitas baikintra maupun antar daerah ke provinsi NTT yang selama ini sudah dilayani oleh beberapa maskapai penerbangan.” Tutup PJ Gubernur. (Marcho)

Redaktur : Arizki