Kesehatan

Inovasi IHC RS Pusat Pertamina: Keselamatan Pasien dan Keberlanjutan Terpadu

×

Inovasi IHC RS Pusat Pertamina: Keselamatan Pasien dan Keberlanjutan Terpadu

Sebarkan artikel ini



JAKARTA – Inovasi terbaru yang dilakukan oleh IHC Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) mendapatkan penghargaan PERSI Award 2025 dalam kategori Green Hospital. Penghargaan ini diberikan berkat inovasi yang mampu mengintegrasikan keselamatan pasien dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

“Keselamatan pasien dan keberlanjutan lingkungan bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan satu kesatuan yang saling memperkuat,” ujar Direktur RSPP, dr. Neny Herawati, Selasa (7/10).

Menurutnya, keberhasilan RSPP yang juga merupakan bagian dari PT Pertamina Bina Medika IHC (Holding RS BUMN), tidak lepas dari sinergi antara inovasi, kolaborasi, dan budaya organisasi yang kuat.

“Lingkungan rumah sakit yang aman, bersih, dan dikelola secara berkelanjutan adalah bagian integral dari mutu layanan kesehatan. Ini sesuai filosofi Patient Safety Meets Sustainability,” tegasnya.

Di IHC RSPP, setiap inovasi yang dijalankan selalu diuji dari dua sisi, apakah aman bagi pasien dan apakah ramah lingkungan. Filosofi ini menjadi landasan membangun budaya Green Hospital yang bukan hanya teknis, tetapi juga menyentuh aspek edukasi, kolaborasi lintas unit, dan komitmen jangka panjang.

Baca Juga :  Dr Zaidul Akbar: Rahasia di Balik Kriuk Kerupuk yang Mengancam Jantung dan Tekanan Darah Tinggi

Dokter Neny juga menyebutkan, tantangan terbesar adalah perubahan perilaku sumber daya manusia (SDM), di mana di awal program, pemilahan limbah sering dianggap sebagai tambahan beban kerja. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pendekatan edukatif yang berulang, menunjukkan dampak nyata terhadap keselamatan pasien agar resistensi bisa berkurang.

Tantangan lainnya adalah penyediaan sarana prasarana yang konsisten, mulai dari wadah pemilahan, sistem pengangkutan, hingga ruang penyimpanan. IHC RSPP mengatasinya dengan perencanaan bertahap dan dukungan penuh dari manajemen.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal komitmen dan konsistensi,” tambahnya.

Berbeda dari pendekatan konvensional yang memisahkan program keselamatan pasien dan green hospital, IHC RSPP secara eksplisit memadukan keduanya. Hal ini bisa dilihat dari pengelolaan limbah plastik non-B3 seperti plabot dan jerigen HD melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta pengumpulan Used Cooking Oil (UCO) dari instalasi gizi untuk diolah menjadi biodiesel.

Baca Juga :  RPP Kesehatan, Picu PHK Masal Industri Iklan

“Kedua program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan pencemaran, tetapi juga meningkatkan keselamatan pasien dan staf rumah sakit,” tuturnya.

Dengan pendekatan berbasis data dan indikator kinerja, rumah sakit ini berhasil mendaur ulang 100% limbah plastik non-B3 setiap tahun sejak 2020, dengan total volume mencapai 16.707,39 kg hingga semester pertama 2025. Sementara itu, program UCO telah mengumpulkan 1.307,42 liter minyak jelantah, memberikan nilai ekonomi sekaligus mencegah pencemaran air dan tanah.