Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Senin pagi telah mengakibatkan terjadinya genangan air di sejumlah area ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga pukul 10.00 WIB, terdapat genangan banjir yang tersebar di 10 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalan.
Genangan di Jakarta Selatan: Ketinggian Bervariasi Akibat Luapan Kali Krukut
Wilayah Jakarta Selatan menjadi salah satu area yang terdampak signifikan. BPBD DKI Jakarta mencatat genangan terjadi di delapan RT yang tersebar di empat kelurahan.
- Kelurahan Cilandak Barat: Satu RT terendam dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter. Kondisi ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan meluapnya Kali Krukut.
- Kelurahan Cipete Utara: Tiga RT dilanda genangan dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter. Penyebab utama adalah luapan Kali Krukut yang tidak mampu menampung debit air.
- Kelurahan Duren Tiga: Satu RT mengalami genangan dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter. Curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama terjadinya genangan di area ini.
- Kelurahan Cilandak Timur: Wilayah ini mencatat genangan tertinggi di Jakarta Selatan, merendam tiga RT dengan ketinggian air mencapai 95 sentimeter. Kombinasi hujan deras dan luapan Kali Krukut menjadi penyebab utama tingginya level air.
Jakarta Utara Juga Terdampak: Genangan di Tanjung Priok
Tidak hanya Jakarta Selatan, wilayah Jakarta Utara juga melaporkan adanya genangan. BPBD DKI Jakarta mencatat dua RT di Kelurahan Tanjung Priok tergenang air dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter. Curah hujan yang tinggi menjadi penyebab utama terjadinya genangan di area ini.
Dampak pada Infrastruktur Jalan: 23 Ruas Jalan Tergenang
Selain permukiman warga, infrastruktur jalan di ibu kota juga tidak luput dari dampak banjir. BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 23 ruas jalan mengalami genangan. Ruas-ruas jalan yang tergenang ini tersebar di berbagai wilayah, antara lain:
- Kelurahan Rawa Badak Utara
- Tugu Utara
- Rorotan
- Tanjung Priok
- Pegangsaan Dua
- Sungai Bambu
- Koja
- Penjaringan
- Sunter Jaya
- Jagakarsa
Genangan di sejumlah ruas jalan ini tentu saja menimbulkan dampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas bagi warga yang beraktivitas di ibu kota. Pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan yang panjang akibat genangan tersebut.
Penanganan dan Upaya Mitigasi oleh BPBD DKI Jakarta
Menanggapi situasi ini, BPBD DKI Jakarta menyatakan bahwa seluruh lokasi genangan banjir saat ini masih dalam penanganan intensif oleh petugas di lapangan. Berbagai upaya telah dan terus dilakukan untuk meminimalisir dampak banjir serta mempercepat surutnya genangan.
Petugas gabungan telah dikerahkan ke berbagai titik terdampak. Mereka bertugas untuk:
- Memantau Kondisi Genangan: Petugas secara aktif memantau perkembangan ketinggian air di setiap wilayah yang tergenang.
- Koordinasi Lintas Instansi: BPBD DKI Jakarta berkoordinasi erat dengan berbagai dinas terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk penanganan saluran air dan normalisasi, Dinas Bina Marga untuk penanganan jalan yang tergenang, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) yang turut membantu dalam proses penyedotan air.
- Memastikan Fungsi Saluran Air: Upaya penyedotan air dan pembersihan saluran air dilakukan untuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal dan dapat mengalirkan air dengan lancar.
- Koordinasi dengan Pemerintah Lokal: Koordinasi juga dilakukan dengan para lurah dan camat setempat untuk mendapatkan informasi terkini di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak banjir terpenuhi, seperti penyediaan makanan, air bersih, dan tempat pengungsian jika diperlukan.
Dalam rilisnya pada Senin (12/1/2026), BPBD DKI Jakarta menargetkan agar genangan dapat surut dalam waktu yang cepat. Hal ini sejalan dengan optimalisasi upaya penanganan yang terus dilakukan secara berkelanjutan di lapangan.
Imbauan dan Layanan Darurat
Menghadapi potensi genangan susulan, BPBD DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Wilayah yang rawan banjir diminta untuk lebih siaga terhadap perubahan cuaca yang mendadak.
Dalam kondisi darurat yang membutuhkan bantuan segera, masyarakat diimbau untuk tidak ragu menghubungi layanan darurat 112. Layanan ini beroperasi secara gratis selama 24 jam non-stop, siap memberikan respon cepat terhadap berbagai situasi darurat, termasuk bencana banjir. Keselamatan dan kewaspadaan bersama menjadi kunci dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem ini.















