MERANTI – Jalan merupakan akses atau urat nadi masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan jalan juga sebagai pendorong perekonomian warga untuk mencari penghasilan Senin 2 September 2024.
Seperti halnya salah satu jalan yang ada di Desa Insit Dusun Seringgam atau dusun satu kecamatan Tebingtinggi Barat merupakan jalan Nelayan yang sudah tidak layak digunakan lagi karena kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan dan jalan Nelayan ini tempat warga turun naik untuk mencari nafkah menangkap ikan dengan memasang gumbang
Rivana (lk)40 th atau sering disapa dengan nama panggilan bang Iboy merupakan warga Desa Insit Dusun satu bekerja sehari hari sebagai nelayan, Rivana juga mengatakan beginilah kondisi jalan Nelayan di Dusun Satu Desa Insit ini pak kondisinya sangat memprihatinkan sekali karena jalannya hancur dan patah, padahal jalan ini merupakan aktivitas warga sehari hari bagi nelayan untuk mencari nafkah, selain kondisi jalannya memprihatinkan ditambah lagi irigasi semakin hari semakin bertambah dan panjang jalan ini lebih kurang 200 meter dan lebarnya saru meter setengah.
“Kondisi jalan Nelayan dusun satu ini sangat memprihatinkan sekali dalam arti kata sudah tidak layak lagi di gunakan karena rusak parah dan terlihat patah dibeberapa titik kalau tidak salah ada empat titik yang patah dan jatuh ke pantai dan ditambah lagi irigasi.
Lanjut Ripana menambahkan permasalahan ini sudah sering kita sampaikan ke pemerintah Desa Insits namun belom ada tanggapan sampai saat ini.

Terkadang ada warga yang ingin melintasi jalan Nelayan ini ingin membeli hasil tangkapan ikan namun ketika ingin melewati jalan ini hancur parah membuat warga yang ingin membeli ikan putar arah karena takut jatuh ke pantai, untuk mengantisipasi dari kejadian yang tidak di ingin para nelayan terpaksa memperbaiki jalan tersebut dengan cara menyusun kayu di titik yang sangat parah tambah Ripana ketika sedang berbincang dengan wartawan alreinamedia com di jalan Nelayan pada Minggu 1 September 2024 sekitar pukul 17:30 wib.
Untuk itu kita sangat berharap kepada pemerintah Desa, Kecamatan maupun kabupaten supaya bisa memperhatikan jalan tersebut, kalaupun tidak bisa di bangun kan dengan semenisasi cukup dibangunkan dengan menggunakan papan dan tiang Nibung saja ucapnya.
Dari pantauan media tampak ada beberapa titik jalan yang disemenisasi patah dan jatuh ke pantai dan tampak juga susunan bahan dari balok kayu yang sengaja para nelayan susun kan untuk dilewati warga.
Sementara itu Moch Ilham Akbar selaku PJ kepala Desa Insit laut mengatakan jalan tersebut kalau tidak salah di bangunkan pada tahun 2011 dimasa pemerintahan desa bapak Jumir dan dibangun dari dana Desa.
Jalan Nelayan tersebut memang sering diajukan oleh warga nelayan khususnya dan kemaren ketika saya baru dilantik memang ada warga mengajukan jalan tersebut namun setelah kita cek ternyata jalan tersebut tidak termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah( RPJMDES) dimasa pemerintahan bapak Jumir dan saya ini hanya meneruskan dari RPJMDES pak Jumir (kepala Desa lama).
Lanjut Moch Ilham Akbar lagi mungkin bisa di ajukan tapi tidak menyebutkan jalan Nelayan tapi dalam bentuk pemberdayaan masyarakat tapi tidak sedikit pula anggarannya.
Ketika saya baru dilantik pada tahun 2023 lalu saat menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Insit untuk tahun 2024 jalan Nelayan tersebut mau saya usulkan jalan tersebut dari bangunan kayu saja dan anggaranya lebih kurang sebesar 40 jutaan sesuai dengan permintaan warga nelayan namun setelah di prediksi oleh pendamping Desa kalau jalan tersebut dibangunkan dengan membuat jembatan dari kayu tidak akan bertahan lama paling berusia tiga tahun karena pertimbangan nya adalah abrasi.
Lanjut kades lagi kemaren pada bulan juli ketika pembagian sembako sudah saya sampaikan ke bapak PLT bupati kita tentang kondisi jalan tersebut insya Allah tahun 2025 akan diprioritaskan.
Untuk diketahui pemerintah Desa juga sudah pernah mengusulkan ke pemerintah kabupaten baik dimasa jabatan saya maupun dimasa pemerintahan sebelum saya namun penilaian dari kabupaten secara keseluruhan belom masuk dalam prioritas kabupaten.
saat ini Pemerintah Desa Insit mau masuk Rencana Kerja Pemerintah( RKP) tahun 2025 mungkin salah satu usulan darin warga nelayan ini akan kita dudukan kembali bersama perangkat Desa dan pendamping Desa untuk mempertimbangkannya tutup Moch Ilham Akbar. (Syahrul)
















