Kondisi Jalan Memprihatinkan di Kotamobagu dan Bolmong, Potensi Bahaya Mengintai Pengguna Jalan
Kotamobagu, Bolaang Mongondow – Sejumlah ruas jalan di Sulawesi Utara dilaporkan berada dalam kondisi yang memprihatinkan, menimbulkan keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan. Di Kota Kotamobagu, Jalan Dayanan di Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, mengalami kerusakan parah yang dipenuhi lubang. Sementara itu, di Kabupaten Bolaang Mongondow, sampah berserakan di sepanjang Jalan Trans Sulawesi di Desa Inobonto, merusak pemandangan dan menimbulkan bau tak sedap.
Jalan Dayanan Gogagoman: Lubang Menganga, Ancaman Nyata Bagi Pengendara
Kondisi Jalan Dayanan, yang merupakan salah satu akses penting di Kotamobagu, kini menjadi sorotan utama akibat kerusakan yang masif. Berdasarkan pengamatan, bukan hanya satu atau dua lubang kecil yang ditemukan, melainkan hampir seluruh badan jalan dipenuhi dengan kerusakan yang menganga. Kerikil dan batu-batu kecil yang berserakan semakin memperparah keadaan, memaksa para pengendara, terutama pengendara roda dua, untuk mengurangi kecepatan secara drastis demi menghindari kecelakaan.
Warga setempat mengungkapkan keprihatinan mereka. Beberapa tahun lalu, jalan ini masih dalam kondisi baik dan berfungsi sebagai jalur utama yang menghubungkan masyarakat dengan kawasan Pasar Serasi. Namun, seiring dengan perpindahan aktivitas pasar, perawatan jalan tersebut tampaknya terabaikan, yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan seperti yang terlihat saat ini. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi besar menimbulkan kecelakaan fatal bagi siapa saja yang melintas, terutama saat kondisi minim cahaya atau cuaca buruk.
Jalan Trans Sulawesi Inobonto: Tumpukan Sampah, Estetika Terganggu, Bau Menyengat
Di sisi lain, masalah berbeda namun tak kalah mengganggu dihadapi di Kabupaten Bolaang Mongondow. Jalan Trans Sulawesi yang melintasi Desa Inobonto, Kecamatan Bolaang, kini dipenuhi dengan tumpukan sampah di sepanjang tepiannya. Fenomena ini bukan hal baru bagi warga setempat.
Yusril, salah seorang warga, menjelaskan bahwa banyak warga yang membuang sampah di tepi jalan karena tidak mengetahui ke mana sampah tersebut seharusnya dibuang. Kurangnya fasilitas pengelolaan sampah atau ketidakjelasan mengenai tempat pembuangan akhir menjadi akar permasalahan ini. “Banyak warga yang memilih buang sampah di tepi jalan. Karena mereka binggung mau dikumpulkan kemana,” ujar Yusril.
Dampak dari kebiasaan ini tidak hanya sebatas merusak estetika lingkungan. Rusmin, seorang pengguna jalan, menambahkan bahwa tumpukan sampah tersebut juga menimbulkan bau yang sangat tidak sedap, yang tidak hanya mengganggu kenyamanan warga sekitar tetapi juga para pengendara yang melintas. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan mengurangi kualitas hidup bagi masyarakat di sekitar Jalan Trans Sulawesi. Upaya penanganan yang komprehensif dan edukasi kepada masyarakat tampaknya sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah sampah yang kian menggunung ini.
TransNusa Buka Rute Langsung Manado–Taipei: Gerbang Baru Pariwisata dan Ekonomi Sulut
Sementara isu infrastruktur dan kebersihan menjadi perhatian di darat, kabar baik datang dari sektor transportasi udara. Maskapai TransNusa secara resmi membuka rute penerbangan langsung yang menghubungkan Manado, Sulawesi Utara, dengan Taipei, Taiwan. Penerbangan perdana dari Taipei menuju Manado telah sukses dilaksanakan pada Sabtu, 14 November 2026.
Inisiatif ini menandai lompatan signifikan dalam konektivitas internasional bagi Sulawesi Utara. Sebelumnya, perjalanan antara kedua kota tersebut membutuhkan waktu tempuh yang cukup panjang, berkisar antara 10 hingga 13 jam, tergantung pada rute transit yang diambil. Dengan adanya penerbangan langsung ini, waktu tempuh kini terpangkas drastis menjadi hanya sekitar 3 jam.
Pesawat Airbus A320 milik TransNusa dengan nomor penerbangan 8B-702, mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, pada pukul 17.10 Waktu Indonesia Tengah. Kehadiran 137 penumpang yang berasal dari Taiwan dalam penerbangan perdana ini menjadi indikasi awal potensi besar dari rute baru ini.
Pembukaan rute Manado–Taipei ini diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring konektivitas internasional Sulawesi Utara, tetapi juga menjadi stimulus kuat bagi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Selain sektor pariwisata, rute baru ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang investasi, dan mempererat hubungan bisnis antara kedua wilayah. Langkah ini merupakan angin segar yang diharapkan dapat membawa kemajuan bagi Sulawesi Utara di berbagai sektor.















