Kesehatan

Jangan Remehkan! BPA Ancam Kecerdasan dan Kesehatan Anak

×

Jangan Remehkan! BPA Ancam Kecerdasan dan Kesehatan Anak

Sebarkan artikel ini

Bahaya BPA yang Tersembunyi dalam Galon Air Minum

Setiap hari, jutaan orang tua di Indonesia mempersiapkan susu untuk bayi dan balitanya menggunakan air dari galon guna ulang. Namun, kebiasaan ini menyimpan ancaman tersembunyi bagi kesehatan anak-anak. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa balita termasuk kelompok paling rentan terhadap paparan bahan kimia berbahaya seperti Bisphenol A (BPA), senyawa yang banyak digunakan pada produk plastik keras, termasuk galon guna ulang.

Peringatan ini bahkan telah menjadi perhatian dunia internasional melalui rancangan perjanjian global yang digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Busan, Korea Selatan. Salah satu poin penting dalam perjanjian tersebut menekankan perlunya perlindungan khusus terhadap balita dari paparan BPA.

Apa Itu BPA dan Mengapa Berbahaya?

BPA (Bisphenol A) adalah bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik keras dan lapisan dalam kaleng makanan. Dalam kehidupan sehari-hari, BPA bisa ditemukan di berbagai produk rumah tangga seperti galon guna ulang, botol minum bayi, wadah makanan, mainan anak, hingga struk belanja.

Zat ini dapat berpindah dari kemasan ke makanan atau minuman — terutama ketika terkena panas atau digunakan berulang kali. “Tubuh bayi belum bisa membuang BPA dengan baik, jadi racun ini akan bertahan lebih lama di dalam tubuh mereka,” jelas dr. Basrah Amru, ahli kesehatan masyarakat, di Jakarta pekan lalu.

Baca Juga :  Jangan Salah, Ini Perbedaan Hari Ayah Nasional dan Hari Ayah Sedunia

Ia menambahkan, paparan BPA bahkan bisa terjadi sejak janin masih dalam kandungan, yang berpotensi mengganggu perkembangan otak anak.

Dampak BPA pada Tumbuh Kembang Anak

Dr. Irfan Dzakir Nugroho dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan, “BPA bisa menyebabkan anak jadi hiperaktif, cemas, susah konsentrasi, bahkan depresi.” Efek jangka panjangnya tak kalah mengkhawatirkan — BPA dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes di kemudian hari.

Tak hanya itu, BPA juga diketahui dapat melemahkan daya tahan tubuh anak. “Anak yang terpapar BPA lebih mudah sakit karena sistem kekebalannya terganggu,” kata dr. Basrah.

Standar Internasional Kini Semakin Ketat

Peringatan para dokter tersebut sejalan dengan langkah Badan Keamanan Pangan Eropa (EFSA) yang pada 2024 menurunkan batas aman paparan BPA hingga 20.000 kali lipat lebih ketat dari sebelumnya, karena terbukti berbahaya bahkan dalam kadar yang sangat kecil. Bahkan, Uni Eropa telah melarang penggunaan BPA dalam kemasan makanan mulai Januari 2025.

Baca Juga :  Jangan Kendarai Jalan Ini di Jakarta, Ada Demonstrasi Besar-Besaran

Sementara di Indonesia, BPOM mewajibkan label peringatan bahaya Bisfenol A (BPA) pada galon air minum dalam kemasan yang terbuat dari bahan polikarbonat, agar konsumen dapat lebih berhati-hati.

Cara Melindungi Anak dari Bahaya BPA

Para ahli memberikan beberapa langkah sederhana agar orang tua dapat melindungi anak dari paparan BPA dalam kehidupan sehari-hari:

  • Pilih botol susu dan wadah makanan berlabel “BPA Free”.
  • Hindari memanaskan makanan atau minuman dalam wadah plastik.
  • Ganti galon air minum yang sudah lama, kusam, atau retak — terutama yang berusia di atas 1 tahun.
  • Selalu baca label kemasan sebelum membeli produk anak.

“Dampak BPA mungkin tidak terlihat sekarang, tapi bisa berlangsung seumur hidup. Makanya, melindungi anak dari BPA harus jadi prioritas utama,” tegas dr. Basrah.

Kesadaran Orang Tua Jadi Kunci

Dengan semakin banyaknya negara yang melarang BPA dan bertambahnya bukti ilmiah tentang bahaya senyawa ini, orang tua di Indonesia diharapkan lebih waspada dalam memilih produk untuk anak, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi periode penting dalam tumbuh kembang si kecil.