Berita

Jawaban Erick Thohir Soal Persiapan SEA Games 2025 Kurang Siap

×

Jawaban Erick Thohir Soal Persiapan SEA Games 2025 Kurang Siap

Sebarkan artikel ini

Persiapan SEA Games 2025 yang Masih dalam Proses

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, memberikan pernyataan mengenai persiapan pelaksanaan SEA Games 2025 di Thailand. Saat ini, berbagai aspek seperti daftar cabang olahraga yang akan berlaga hingga target medali yang ingin dicapai oleh setiap cabang olahraga belum sepenuhnya diumumkan ke publik.

Erick menyampaikan bahwa ia tidak ingin membahas detail lebih lanjut mengenai alasan atau penyebab ketidaktuntasan persiapan tersebut. Ia menegaskan bahwa semua kementerian dan menteri terkait telah berupaya sebaik mungkin dalam menjalankan tugas mereka.

“Ya, kembali lagi. Saya tidak mau membahas apa dan kenapa. Semua kementerian, menteri-menteri, saya sebelumnya sudah berusaha sebaik-baiknya,” ujar Erick dalam jumpa pers di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Pengalaman dan Tantangan Baru

Erick Thohir baru saja menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga sejak 17 September 2025. Ia diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Dito Ariotedjo. Sebelumnya, Erick menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Meskipun baru beberapa minggu menjabat, ia langsung dihadapkan dengan berbagai tantangan.

Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah persiapan gelaran MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Timur. Bahkan hanya dua minggu setelah menjabat, Erick langsung ditugaskan untuk mempersiapkan acara tersebut.

Baca Juga :  Dokter Irma Dianiaya Massa, Lucky Hakim Turun Tangan

“Ketika Bapak Presiden minta, saya baru satu bulan menjabat bahkan dua minggu, mempersiapkan MotoGP,” kata pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970.

Sukses MotoGP dan Dampak Ekonomi

Berhasilnya penyelenggaraan MotoGP Indonesia menjadi salah satu pencapaian yang patut diapresiasi. Berkat kerja sama antara Kementerian Olahraga, Kementerian Parawisata, dan Danantara, event ini berhasil menarik penonton sebanyak 140 ribu orang, melebihi target awal sebanyak 120 ribu orang.

“Alhamdulillah tercapai 140 ribu penonton dan dampak ekonomi sampai 4,8 triliun,” ujar Erick.

Menurutnya, kolaborasi antarkementerian sangat penting dalam menjalankan program-program nasional. Contohnya, dalam pembahasan mengenai olahraga di desa, seperti Liga E-Sport Desa Nasional yang baru saja didiskusikan dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto di Kemenpora hari ini.

“Kalau kita tidak ada sinergi program di antara kementerian, ya tentu tidak akan maksimal. Sama seperti menteri olahraga sebelumnya, saya rasa punya niat yang baik,” ujarnya.

Komitmen dalam Persiapan SEA Games 2025

Erick menegaskan bahwa dirinya akan memastikan persiapan cabang olahraga yang akan diberangkatkan untuk berlaga di SEA Games 2025 di Thailand dilakukan secara optimal. Ia menyadari adanya keterbatasan yang ada, namun tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Pegadaian Minggu Ini: 1 Februari 2026

“Dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka atau segala kelebihan dan kekurangan saya, segala keterbatasan di SEA Games ini harus kami lakukan yang terbaik,” kata Erick.

Ia juga akan mengundang perwakilan pengurus besar dari 48 cabang olahraga untuk membahas persiapan SEA Games. Pertemuan ini akan dilakukan mulai Rabu, 22 Oktober, hingga beberapa hari ke depan. Tujuannya adalah untuk meninjau dan berkoordinasi mengenai atlet-atlet yang akan dikirimkan benar-benar memiliki peluang meraih medali.

Langkah Konkret untuk Masa Depan Olahraga Indonesia

Dalam upayanya meningkatkan kualitas olahraga di Tanah Air, Erick Thohir menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antarinstansi. Ia juga menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap cabang olahraga siap berlaga dengan semangat dan kemampuan terbaiknya.

Dengan langkah-langkah konkret dan kerja sama yang kuat, harapan besar diarahkan agar SEA Games 2025 dapat menjadi ajang prestasi yang membanggakan bagi Indonesia.