Berita

Jet F-16V Taiwan kunci Shenyang J-16 China di udara, pilot tak sadar

×

Jet F-16V Taiwan kunci Shenyang J-16 China di udara, pilot tak sadar

Sebarkan artikel ini

TAIPEI, – Jet tempur F-16V milik Taiwan berhasil melacak dan mengunci pesawat China di tengah latihan militer.

Kementerian Pertahanan Taiwan pada Senin (29/12/2025) merilis rekaman yang memperlihatkan jet tempur Angkatan Udara dan kapal Angkatan Laut Taiwan melacak pesawat serta kapal militer China.

Rekaman tersebut dirilis sebagai respons atas latihan gabungan militer China bertajuk Justice Mission 2025 di sekitar Selat Taiwan.

Dalam video itu, kementerian menampilkan jet tempur F-16V Block 20 milik Angkatan Udara Taiwan yang sedang membuntuti pesawat tempur Shenyang J-16 milik Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Selain itu, rekaman lain menunjukkan kapal fregat kelas Cheng Kung milik Angkatan Laut Taiwan, Tian Dan, yang tengah memantau pergerakan kapal fregat Type 054A Angkatan Laut PLA bernama Anyang.

Baca Juga :  Arsenal Diminta, Datangkan Dua Pemain Baru

Kementerian menjelaskan, F-16V Taiwan menggunakan AN/AAQ-33 Sniper Advanced Targeting Pod untuk memantau pesawat J-16 selama aktivitas udara tersebut.

Dilansir dari Taiwan News, teknoligi tersebut mampu mempertahankan penguncian sasaran meski melakukan manuver di udara.

Peneliti asosiasi di Institute for National Defense and Security Research, Shu Hsiao-huang, mengatakan bahwa AN/AAQ-33 merupakan sensor pasif yang tidak memancarkan sinyal apa pun.

Sehingga pesawat PLA kemungkinan tidak menyadari bahwa mereka sedang dilacak atau dikunci.

Shu menjelaskan, pada jarak tertentu, rudal AIM-9X Sidewinder dapat diluncurkan untuk menjatuhkan target, kondisi yang dinilainya memberikan keunggulan taktis bagi Taiwan.

Direktur divisi di lembaga yang sama, Su Tzu-yun, menyebut AN/AAQ-33 menggabungkan fungsi pencarian dan penguncian sasaran.

Baca Juga :  Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Iman Widhiarto Terima Tropi Juara 3 Karya Tulis Jurnalistik TMMD

Teknologi tersebut berbeda dengan sistem LANTIRN generasi lama yang memiliki kemampuan lebih terbatas.

Su menambahkan, sensor elektro-optik dua pita pada AN/AAQ-33 mampu mendeteksi target darat dari jarak sekitar 87 kilometer serta sasaran udara hingga 187 kilometer.

Kemampuan tersebut memungkinkan jet F-16 Taiwan mengunci pesawat PLA dari jarak jauh tanpa memicu peringatan radar pada pihak lawan, kata Su.

Sehingga dapat meningkatkan efektivitas pertahanan udara Taiwan dalam situasi tegang di kawasan Selat Taiwan.